Tembilahan (Humas) – Tepung Tawar merupakan tradisi/ budaya melayu Islami yang telah diwariskan oleh nenek moyang sebelumnya. Tepung tawar mengandung muatan permohonan, do'a dan aksi yang bertujuan untuk memdiberikan kepada para pelaku kegiatan yang bertujuan untuk memberikan do'a keselamatan, dan menangkal hal buruk sehingga tidak berlaku hal yang negatif dan yang tidak diinginkan. Tepung tawar biasanya dilakukan bagi orang yang akan melangsungkan akd pernikahan, anak yang akan dikhitan, jama'ah haji yang akan berangkat menunaikan rukun islam kelima dan lainnya yang dalam motif dan niatnya untuk melangsungkan kegiatan yang baik dan atau keagamaan. Pada hari Minggu tanggal 7 September 2014 M/12 Dzulkaidah 1435 H, Kepala Kantor Kementerian Agama Selaku Kepala Staff HAji Kab. Inhil (Drs. H. Azhari, MA) memberikan Tepung Tawar Kepada Jama'ah Calon Haji Kab. Inhil Sebanyak 121 Orang. Sebelum memberikan tepung tawar acara di awali dengan prosesi pemberangkatan secara resmi untukmelepas Jama'ah Calon Haji (JCH) Kab. Inhil Oleh Wakil Bupati Indragiri Hilir (H. Rosman Malomo, SH, MH). yang dilanjutkan dengan Tepung tawar oleh Wakil Bupati tersebut, setelah itu oleh Ka. Kemenag. Kab. Inhil dan Asisten II Setda Kab. Inhil selaku ketua Umum Pemberangkatan dan Pemulangan Jama'ah Haji Kab. Inhil. Adapun Proses Tepung Tawar dilakukan kepada Jama'ah Calon Haji (JCH) Kab. Inhil dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Jama'ah yang tertua yakni Bpk. Ahmad bin Marsad Afit berusia 92 tahun (JCH tertua Asal Kecamatan Tembilahan Kab. Inhil) dan kepada JCH termuda dari Tembilahan Kab. Inhil Ibu Yusnita binti Edward Syarkawie usia 29 tahun. Semoga keselamatan, kesehatan dan kekuatan dalam melaksanakan rukun dan wajib haji dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga dapat menjadi haji yang mabrur/mabrurah. Demikian harapan yang disampaikan oleh Ka. Kemenag. Kab. Inhil dalam memberikan tepung tawar.(Hery)
Ka. Kemenag Inhil Berikan Tepung Tawar Bagi JCH Inhil Kloter 8
Ringkasan:
Tembilahan (Humas) – Tepung Tawar merupakan tradisi/ budaya melayu Islami yang telah diwariskan oleh nenek moyang sebelumnya. Tepung tawar mengandung muatan permohonan, do'a dan aksi yang bertujuan untuk memdiberikan kepada para pelaku kegiatan yang bertujuan untuk memberikan do'a keselamatan,...