0 menit baca 0 %

Ka.Kanwil: Pondok Pesantren Adalah Sistem Pendidikan Masa Depan

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi menghadiri Rakerwil II Hidayatullah Riau dan up Grading Da'i serta sekaligus silaturrahim dengan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Sabtu (18/2), di Kampus Hidayatullah Pekanbaru. Acara ini juga bersamaan dengan Kegiatan Peletakk...

Pekanbaru (Inmas) - Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi menghadiri Rakerwil II Hidayatullah Riau dan up Grading Da'i serta sekaligus silaturrahim dengan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Sabtu (18/2), di Kampus Hidayatullah Pekanbaru. Acara ini juga bersamaan dengan Kegiatan Peletakkan Batu Pertaman Pendirian Tahfizul Quran masih dilokasi yang sama.

Pada sambutannya, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, mengucapkan rasa terimakasihnya telah diundang pada acara ini dan merasa bangga karena bisa bersilaturahmi dengan para ulama yang merupakan guru dan panutannya.

"Pada setiap kesempatan saya selalu menyebutkan bahwa pondok pesantren ini adalah sistem pendidikan masa depan karena pondok pesantren menyediakan sistem pendidikan yang mandiri dan teruji," puji Ahmad Supardi pada sambutannya.

Beliau juga menambahkan pondok pesantren biasanya didirikan dari biaya mandiri dan di dalamnya juga mengajarkan para santri untuk terbiasa hidup mandiri selain itu juga pendidikan yang diberikan pun penuh dengan pendidikan agama dan keagamaan Islam walaupun ada juga pendidikan umumnya.

"Tidak dapat dipungkiri perjuangan bangsa kita ini juga berasal dari santri pondok pesantren karena sistem pendidikan pondok pesantren sudah ada sebelum Indonesia ini merdeka. Bahkan saat ini sistem pendidikan yang sedang  booming saat ini yaitu boarding school bertaraf internasional secara tidak langsung mengadopsi sistem pondok pesantren," jelas Ahmad Supardi.

Selain itu, Beliau menambahkan,  sistem pendidikan modern yang menggunakan bahasa internasional sebagai bahasa pengantar merupakan bagian dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren dari dulu.

"Kita harus bangga dengan sistem pendidikan pondok pesantren, apalagi disaat kita bisa menyekolahkan anak kita di pondok pesantren karena sesungguhnya pondok pesantren merupakan sistem pendidikan modern yang tidak hanya diakui oleh Indonesia tapi internasional," tegas Ahmad Supardi dengan bangga.

Beliau juga melanjutkan dengan fenomena saat ini mengenai perkembangan zaman yang banyak memberikan dampak negatif bagi anak-anak muda saat ini sudah sangat memprihatinkan dan ini tidak dapat dibiarkan begitu saja.

"Kecenderungan negatif inilah yang membuat masyarakat lebih memilih sistem pendidikan agama dan keagamaan sebagai benteng pengaruh negatif yang ada. Minat masyarakat tersebutlah yang mendorong pondok pesantren harus dapat mengeluarkan da'i - da'i handal yang dapat mensyiarkan agama Islam dengan tepat, maka dari itulah dengan kegiatan up grading da'i ini sangat cocok untuk diadakan," pukas Ahmad Supardi.

Pada akhir sambutannya, Ahmad Supardi, berharap bahwa Rakerwil ini dapat merumuskan program pendidikan agama dan keagamaan Islam yang dapat mengembangkan sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pondok pesantren Hidayatullah menjadi lebih baik sehingga dapat mencetak generasi bangsa yang unggul dan agamis. (nvm/izan)