0 menit baca 0 %

Ka Kanwil : Peran Ganda Sangat Dibutuhkan dalam Mewujudkan Kurikulum Sekolah Minggu Buddha

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Salah satu Keberhasilan sebuah lembaga Pendidikan  dengan adanya  Kurikulum. Sebuah lembaga Pendidikan tanpa kurikulum maka tujuan ataupun arah menjadi sulit ditentukan. Oleh karena itu maka kurikulum menjadi sangat penting untuk diterapkan, dimengerti, dipahami dan kemudian le...

Pekanbaru (Inmas) - Salah satu Keberhasilan sebuah lembaga Pendidikan  dengan adanya  Kurikulum. Sebuah lembaga Pendidikan tanpa kurikulum maka tujuan ataupun arah menjadi sulit ditentukan. Oleh karena itu maka kurikulum menjadi sangat penting untuk diterapkan, dimengerti, dipahami dan kemudian lebih lanjut dipraktekkan dan di imlementasikan  di dalam proses belajar mengajar di sekolah. untuk itu Bimbingan Masyarakat Buddha termotivasi untuk melakukan kegiatan Sosialisasi Kurikulim Sekolah Minggu Buddha bertempat di Hotel Ameera Jln. Jend. A.Yani, No.43 - Pekanbaru.

Bapak ibu Guru Sekolah Minggu Buddha yang hadir sekarang merupakan cerminan saya dilapangan papar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko, S.Pd,MM, Ketua Walubi Provinsi Riau Bapak Darmaji Chowmas mengawali sambutannya.

" Banyak yang berperan Ganda, sebagai guru Sekolah Minggu Buddhis di Sekolah dan Juga Guru Sekolah Minggu di Rumah Ibadah " tutur Bapak berdarah batak ini, sehingga untuk menunjang keberhasilan Pendidikan Sekolah Minggu Buddha harus ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama adalah Kurikulum dengan ditetapkannya, satu kurikulum yang pastinya nanti akan menghasilkan satuan Kuantitas dan Kualitas yang begengsi. Kedua Guru harus diperhatikan kesejahteraannya agar mampu dan bisa menyampaikan kurikulum yang didapat dan dikuasai agar tersalurkan  dengan baik kepada si anak. Ketiga adalah Sekolah Minggu Buddhis yang sehat jasmani dan Rohani yang didukung dengan kesejahteraan yang memadai seperti Bantuan kepada siswa . Dengan terwujudnya ketiga hal ini maka akan tercipta masyarakat Buddhis yang berdaya saing baik dan berketerampilan.

Wati S.Ag selaku ketua Panitia menyampaikan Kurikulum Sekolah Minggu Buddha baru saja muncul di akhir tahun 2016 sekitar bulan November. Kurikulum merupakan batasan, arah tujuan kemana arah anak didik atau peserta didik akan kita arahkan dan tujuan apa yang akan kita capai. Jika dipendidikan Formal kurikulum selalu berubah -ubah atau mengalami pergantian. yang mana pergantian itu adalah inovasi karna melihat perkembangan dunia pendidikan yang ada.

Kegiatan Fullboard yang dilakukan dari tanggal 14 s/d 16 Juni 2017  dibebankan pada Dipa Bimas Buddha yang bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman Para Pengelolah dan Guru Agama Buddha tentang Kurikulum Sekolah Minggu Buddha, Meningkatkan Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Minggu Buddha serta meningkatkan Kualitas Pendidikan Non Formal Sekolah Minggu Buddha sehingga tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Akhir Laporannya wati menyampaikan Kegiatan ini diikuti oleh 70 Orang peserta yang berasal dari 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau yang terdiri  Walubi dan Guru Sekolah Minggu Buddha. (Belen).