Pekanbaru (Humas) - Penguatan agama pada tingkat dasar perlu penguatan didalam proses belajar mengajar, agar penanaman moral spiritual agama setiap anak didik bisa diresap dari usia dini, melalui pendidikan dan pelatihan hari ini saya harapkan kepada seluruh peserta guru Agama Budha bisa mengikutinya dengan baik, agar sepulang dari pelatihan ini bisa merencanakan bagaimana penguatan agama pada sekolah masing-masing bisa di tingkatkan sehingga anak didik bapak/ibu menjadi siswa yang berkualitas dan tangguh dalam membentengi diri dari pengaruh negatif yang merusak moral spiritual mereka, papar Ka.Kanwil Kemenag Riau Drs.H. Tarmizi MA pada acara Orientasi Peningkatan Kualitas Guru Agama Budha Tingkat Dasar di Hotel Zaira Pekanbaru, Senen sore (16/6) dihadapan 40 orang Guru Agama Budha se-Provinsi Riau.
Pemerintah wajib memenuhi pendidikan tingkat dasar sesuai dengan Undang-undang atau amanat Undang-undang, oleh sebab itu penguatan pendidikan itu terdapat pada pendidikan tingkat dasar, padahal penguatan sarana pendidikan itu lebih banyak pada tingkat SMP/SMA, sebagai salah satu contoh di SD hampir tidak mempunyai perpustakaan yang lengkap, padahal pada jenjang inilah hal ini diperkuat. Kalau dulu di era 80an guru agama ini kurang diperhitungkan, tapi sekarang paradigma itu harus kita rubah, guru agama harus terdepan untuk membentuk akhlak dan karakter anak didik agar mereka memiliki budi pekerti, akhir-akhir ini kita saksikan banyak anak sekolah yang melakukan tawuran antar sekolah, itu menandakan tidak adalagi rasa kasih sayang dan menghormati antar sesama, peran guru agama disini sangatlah penting, oleh sebab itu kegiatan ini sangatlah penting kita laksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Budha, mudah-mudahan kegiatan ini banyak memberikan manfaat, pungkas Ka.Kanwil.
Ketua panitia pelaksana, Tarjoko, S.Pd. MM yang juga Pembimas Budha Kanwil Kemenag Prov.Riau kepada Humas menyampaikan bahwa Orientasi Peningkatan Kualitas Guru Agama Budha Tingkat dasar Tahun 2014 ini di ikuti oleh Guru Agama Budha pada Sekolah Dasar dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau, jumlah peserta sebanyak 40 orang, adapun tujuan kita melaksanakan orientasi ini adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru agama Budha dalam mentranferkan ilmu agama kepada peserta didik, sebagaimana yang disampaikan bapak Ka.Kanwil tadi, kita sangat prihatin dengan beberapa kejadian yang sampai saat ini masih kita saksikan degradasi moral dikalangan remaja seperti tawuran antar sekolah bahkan sampai tingkat perguruan tinggi yang sudah meresahkan, belum lagi gejala penyimpangan sosial dan penyalah gunaan NARKOBA yang sangat memprihatinkan, yang mana pelakunya merupakan anak-anak usia sekolah, untuk memperbaiki kondisi inilah maka salah satu cara yang kita laksanakan adalah penguatan di bidang pendidikan dimulai dari tingkat dasar, mudah-mudahan dengan upaya ini bisa membantu mengurangi penyakit tersebut, kita berharap kedepan kualitas guru agama Budha bisa lebih baik lagi, pungkas Tarjoko.(AZ)