Kampar (Inmas). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Ahmad Supardi HS di daulat oleh Panitia Pelaksana Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peresmian Masjid Besar Al-Mizan Kenegerian Lipat Kain Kabupaten Kampar untuk meresmikan secara resmi Masjid Al-Mizan yang dibangun oleh Yayasan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain pada Selasa (06/12) bertempat di Lipat Kain Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar.
Dalam sambutannya, Ka.Kanwil mengucapkan terima kasih atas undangan masyarakat Islam Kenegerian Lipat Kain, sebagai Ka.Kanwil kami sangat bangga atas animo dan kesungguhan masyarakat terhadap pengamalan ajaran agamanya, Rasulullah SAW dalam hadist soheh menyampaikan bahwa “ barang siapa membangun rumah Allah (Masjid-red) di Dunia maka Allah akan membangunkan untuknya Istana di surga ”, kami lihat masyarakat Lipat Kain yang di motori oleh Ninik Mamak telah melihat kepeduliannya terhadap perkembangan agama untuk anak cucu, apalagi kami mendapat laporan dari panitia bahwa Masjid Al-Mizan ini murni di biayai oleh Yayasan Ninik Mamak melalui hasil usaha kebun sawit yayasan, jelas Ka.Kanwil.
Selanjutnya Ka.Kanwil berharap, dengan sudah di bangunnya Masjid yang megah ini yang menurut laporan ketua Panitia H. Dasman M.Si tadi sudah menelan biaya 7.150.175.000,00 hendaknya betul-betul mampu menjadi magnet untuk pemersatu ummat di Kenegerian Lipat Kain ini, adapun sejarah pembangunan Masjid diawali ketika Hijrah Nabi SAW ke Madinah yang kita kenal dengan Masjid Nabawi, Masjid merupakan pusat segala urusan ummat Islam pada masa itu dan kami sangat mengharapkan Masjid ini betul-betul bisa menjadi pusat Ukhuwah Islamiyah, mari satukan ummat di Masjid melalui kegiatan kegiatan seerti perbanyak Taklim Wa Taklum untuk menambah serta memperdalam ilmu dan pengetahuan agama masyarakat, diharapkan melalui yayasan Ninik Mamak juga mampu mensejahterakan sanak kemenakannya, pungkas Ahmad Supardi sekaligus meresmikan secara resmi pemakaian Masjid Besar Al-Mizan Kenegerian Lipatkain.
Menambahkan informasi tentang pembangunan Masjid tersebut, Ketua Panitia H. Dasman M.Si dan Sekretaris Darli Nasri, M.Si didampingi Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Martapuri M, MA kepada Inmas menyampaikan, Masjid Besar Al-Mizan yang dibangun dengan dana 7.150.175.000,00 (Tujuh Miliar Seratus Lima Puluh Juta Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) bersumber dari dana Yayasan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain melalui amal usaha Kebun Kelapa Sawit, sumbangan masyarakat dan Donatur DR. Warzuqni,M.Si yaitu seorang pengusaha muda Riau putera asli Lipatkain, urai Dasman yang juga mantan Camat Gunung Sahilan diamini Sekretaris Darli Nasri, M.Si yang kesehariannya sebagai Kades Lipat Kain Selatan memaparkan.
Sebetulnya Masjid Besar Al-Mizan pertama didirikan pada tahun 1920 yang terletak di seberang jalan raya yang merupakan Masjid tertua di Lipatkain, adapun Masjid Besar Almizan tersebut direlokasi ke tempat sekarang dan mulai dibangun pada tahun 2010 yang lalu, secara keseluruhan panitia peresmian berharap hendaknya Masjid yang baru sekarang mampu menjadi pusat pendidikan Islam, pusat kebudayaan Islam dan pusat kegiatan sosial bagi masyarakat Kenegerian Lipatkain, apalagi pada saat ini degradasi moral dan degradasi sosial sedang melanda anak negeri akibat dari perkembangan teknologi informasi yang disalah gunakan, ditambah dengan kenakalan remaja dan NARKOBA, oleh sebab itu kami berharap dan akan berusaha menjadikan masjid ini untuk kemaslahatan bersama masyarakat Kenegerian Lipatkain dan sekitarnya, pungkas Martapuri yang juga Kepala MAN Lipatkain tersebut. (AZ/IZAN)