0 menit baca 0 %

Ka. Kanwil Kemenag Riau Ikuti Musrenbang Provinsi Riau Secara Online

Ringkasan: Riau (Inmas) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau  Dr. H. Mahyudin, MA di damping Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi H. Amri Fitri, S.Sos, M. Si mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahun 2021.

Riau (Inmas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau  Dr. H. Mahyudin, MA di damping Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi H. Amri Fitri, S.Sos, M. Si mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahun 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut dilaksanakan pada Rabu (22/4/20).

Musrenbang yang mengangkat tema memantapkan pengembangan industri, Pertanian, Pariwisata yang mendorong perdagangan dan jasa untuk meningkatkan daya saing ekonomi tersebut Gubernur Riau didampingi Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan, dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Jaya dan hadiri oleh Bupati/walikota se Riau, Forkopimda serta para Pejabat di lingkungan Pemprov Riau secara online.

Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan bahwa Musrenbang ini Sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2021, program dan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan kapasitas riil sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2019 - 2024 dimana visi gubernur dan wakil gubernur Riau adalah terwujudnya Riau yang sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia. 

Dalam mewujudkan visi yang dimaksud pada akhir periode masa jabatannya akan dirumuskan beberapa fungsi diantaranya, pertama, mewujudkan sumber daya manusia yang beriman berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya. 

kedua, pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan. Ketiga, menunjukkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing. 

Keempat, wujud budaya Melayu sebagai payung negeri yang mengembangkan pariwisata yang berdaya saing. Dan kelima, munculkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi. (ana)