0 menit baca 0 %

Ka Kanwil Kemenag Riau Halal Bi Halal dengan Masyarakat Guntung

Ringkasan: Indragiri Hilir (Humas)- Selain melakukan kunjungan kerja (kunker), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM beserta rombongan menghadiri acara Halal Bi Halal dengan masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) yang difokuskan di Sungai Gungtung Kecamat...
Indragiri Hilir (Humas)- Selain melakukan kunjungan kerja (kunker), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM beserta rombongan menghadiri acara Halal Bi Halal dengan masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) yang difokuskan di Sungai Gungtung Kecamatan Kateman, Kamis (23/9) kemarin. Halal Bi Halal Kementerian Agama tersebut dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan dan kebersamaan masyarakat di Sungai Guntung Inhil. Hadir dalam acara Halal Bi Halal, Kabid Mapenda Kemang Riau, H Edwar S Umar, beserta staf, Kakan Kemenag Inhil HM Aziz MM, Camat Kecamatan Kateman Drs Abu Nawar GSM, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kec Kateman, Kepala KAU se Inhil, Kepala Madrasah, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Cerdik Pandai, dan siswa siswa madrasah yang ada di Sungai Guntung. Pada acara Halal Bi Halal tersebut, Ka Kanwil Kemenag Riau Drs H Asyari Nur SH MM dalam siraman rohaninya mengatakan, kegiatan halal bi halal sudah menjadi kegiatan rutin di lingkungan Kemenag Riau. Kegitan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan selaturrahim setelah sebulan berpuasa dan setelah menikmati kemenangan di hari raya Idul Fitri. Menurut Asyari, sesuai tugas dan fungsi Kemenag adalah untuk meningkatkan kehiduapan beragama dalam masyarakat. Dan pemuka agama sangat berperan penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya pembangunan dalam bidang keagamaan. "Pembangunan bidang keagamaan saat ini di Riau termasuk Inhil cukup kondusif. Kondisi seperti ini akan terus berlangsung jika kedepan kita tetap mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri tentang pedoman memelihara kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian umat beragama. Jika kita tetap mengacu pada SKB ini tentu tidak akan ada masalah-masalah keagamaan yang akan muncul," jelasn Ayari Nur. Ia menambahkan, pembangunan keagamaan yang harus dipacu saat ini adalah peran serta masyarakat untuk membayarkan zakatnya. Karena potensi zakat di Riau sangat besar, namun hingga saat ini masih belum tergali secara maksimal. Kondisi tersebut dipicu karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan zakatnya ditambah masih banyaknya penyaluran zakat yang dilakukan masyarakat tidak melalui badan zakat yang ada. "Kalau zakat dapat terkelola secara tepat dan benar, tentu bisa memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat. Karena selain menanggulangi kemiskinan yang ada juga membantu pembangunan bidang keagamaan di daerah," ucapnya. Satu contoh yang diberikan Asyari yaitu keberadaan pengusaha burung walet yang menjamur di Sungai Guntung. Para pengusaha tersebut bisa menjadi potensi zakat yang cukup bagus, dimana setiap panen para pengusaha ternak walet mengeluarkan 2,5 persen penghasilannya untuk masyarakat miskin dan pembangunan keagamaan. "Jika untuk kemaslahatan, maka harta yang kita berikan tidak akan berkurang, tapi akan terus mengalami penambahan sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah," ungkapnya. Untuk itu, melalui Halal Bi Halal ini Asyari mengajak masyarakat khususnya yang mampu untuk meningkatkan kesadaran dalam membayarkan zakat hartanya. Karena dibalik harta yang dimiliki ada hak orang lain disana. (msd)