0 menit baca 0 %

Ka Kanwil Kemenag Riau Buka MQK dan Pospeda Kampar

Ringkasan: Kampar (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Selasa (18/1) pagi membuka secara resmi Musabaqah Qiraatil Kutab (MQK) ke V dan Pekan Olahraga Daerah (Pospeda) ke- 6 tingkat Kabupaten Kampar di Aula Kemenag Kampar.
Kampar (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Selasa (18/1) pagi membuka secara resmi Musabaqah Qiraatil Kutab (MQK) ke V dan Pekan Olahraga Daerah (Pospeda) ke- 6 tingkat Kabupaten Kampar di Aula Kemenag Kampar. Hadiri dalam acara tersebut dihadiri oleh Ka Kankemenag Kampar, Kabid Pekapontren, Mapenda, Kasi Kemenag Kampar, Pimpinan Pondok Pesantren (PP) dan ratusan Santri PP se Kabupaten Kampar. Asyari Nur dalam sambutannya mengatakan, kegiatan MQK dan Pospeda merupakan kegiatan yang sangat menunjang perkembangan santri-santri pada pondok pesantren. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturrahmi antar pondok pesantren di daerah dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan, juga untuk menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh santri, baik dibidang seni baca al qur`an, kaligragfi, puisi islami, pidato dalam berbagai bahasa maupun diberbagai cabang olahraga. "Potensi kegiatan MQK dan Pospeda sama-sama upaya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas, unggul, sportif dan berdaya saing. Khususnya untuk meningkatkan budaya olahraga dan seni yang bernuansa Islami dalam membina khasanah olahraga dan seni budaya bangsa," ungkap Ka Kanwil. Ia menambahkan, tujuan utama MQK untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri pada kitab-kitab kuning atau kitab-kitab berbahasa Arab serta untuk meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber-sumber kitab aslinya. Menurutnya, Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tengah memperbaiki diri khususnya di bidang manajemen dan peningkatan mutu akademik, dengan mengusung semangat trilogi yang ingin memaksimalkan peran pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan (Tafaqquh Fiddin), lembaga kependidikan, dan lembaga sosial kemasyarakatan. Dimana salah satu program yang dapat memacu perkembangan pendidikan di pondok pesantren adalah Program MQK. "Kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik mereka khususnya dalam kajian kutubut turast (Kitab Kuning) yang selama ini menjadi primadona atau kekhasan dalam kajian keilmuan di Pondok Pesantren. Dengan kegiatan ini kita harap dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan santri memahami dan menguasai kitab kuning baik tingkat Ula, Ustha dan Ulya. Pelajaran ini tidak akan kita dapatkan pada sekolah-sekolah umum," ucapnya. Untuk itu ia berharap, agar Kemenag Kampar dan Pemda Kampar tetap bersinergi untuk melaksanakan program-program yang dapat menunjang perkembangan santri-santri yang ada di pondok pesantren. Sehingga, Kampar yang dikenal dengan Serambi Mekkah dapat terus maju dengan kekentalan budaya Islamnya. (msd)