Riau (Inmas) – “Data memiliki peran yang sangat penting didalam Penyusunan Rencana dan Program Anggaran Kementerian Agama, Data itu adalah hasil evaluasi yang diharapkan nantinya perencanaan kedepan agar tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat guna”. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI Ali Rokhmat pada acara Koordinasi dan Singkronisasi Penyusunan Anggaran Tahun Anggaran 2020 (Pagu Alokasi Anggaran) di Hotel Fox Haris Pekanbaru.
“perencanaan itu didasarkan atas data informasi yang tepat, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, data memiliki peran penting, karena data yang tepat kebijakannya akan melahirkan program-program. Sehingga akan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik, pelayanan dibidang urusan agama, dibidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan”. Lanjut Ali Rohmat yang juga merupakan Biro Humas, Data dan informasi.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3
hari tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi
Riau pada Senin (23/9/19) dengan diikuti oleh 95 orang peserta dari Satuan
Kerja Kementerian Agama, Madrasah Negeri baik yang lama maupun yang baru.
Dalam tanggapannya Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Mahyudin mengatakan kepada peserta agar membuat
skala prioritas, disebabkan anggaran yang terbatas. Dengan demikian
program-program yang dibutuhkan akan tersusun dengan baik. Pada anggaran Tahun
2020 terdapat Penajaman Belanja Barang terutama pada Belanja Barang Non
Operasional, penajaman tersebut diantaranya adalah belanja honorarium,
perjalanan dinas, paket meeting, pembatasan rapat dalam Kantor (RDK) dan
Konsinyering bagi K/L, Penajaman dan Singkronisasi belanja barang yang
diarahkan kepada masyarakat .
Sementara itu Kasubbag Perencanaan dan Keuangan
Kemenag Riau Muliardi mengatakan output dari kegiatan tersebut adalah untuk menghasilkan
data tepat sasaran, tepat guna, yang sesuai dengan Tahun sadar data. Sedangkan untuk
anggaran tahun 2020 harus bisa mengeliminir revisi anggaran, sebab perencanaan
yang baik akan menghasilkan output baik
dengan tidak berkali-kali melakukan Revisi. (ana/imus/faj)