0 menit baca 0 %

Ka.Kanwil Hearing Pengurus FKDT Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Ka.Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA menyambut hangat kedatangan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Prov. Riau serta FKDT Kab/Kota, Jumat (4/11), di Ruangan Rapat Ka.Kanwil Kemenag riau.

Pekanbaru (Inmas) - Ka.Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA menyambut hangat kedatangan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Prov. Riau serta FKDT Kab/Kota, Jumat (4/11), di Ruangan Rapat Ka.Kanwil Kemenag riau. Kedatangan 25 orang pengurus FKDT Provinsi dan Kab/Kota bermaksud untuk memberikan ucapan selamat kepada Bapak Ahmad Supardi yang baru dilantik sebagai Ka.Kanwil Kemenag Riau dan dalam pertemuan ini juga pengurus FKDT ingin mengungkapkan permasalahan yang dialami oleh FKDT.

Sebagai pengantar, Afdol Dinilhaq, S.Pd.I yang merupakan Ketua FKDT Bengkalis menuturkan beberapa agenda yang ingin dibahas pada pertemuan ini yaitu mengenai perumusan Perda MDTA, pemberian honor insentif guru MDTA, permasalahan antara FKDT dengan MK2MDTA di Kota Pekanbaru, dan penetapan fullday school yang merugikan pendidikan MDTA.

"Terlebih dahulu saya ucapkan selamat kepada Bapak Ahmad Supardi yang sudah dilantik menjadi Ka.Kanwil Kemenag Riau yang baru. Kami berharap bapak dapat memajukan pendidikan agama dan keagamaan menjadi lebih baik, terutama pendidikan MDTA yang sangat memberikan kontribusi yang besar untuk pendidikan agama bagi anak-anak yang bersekolah umum. Maka dari itu, maksud kedatangan kami ini adalah untuk mengutarakan permasalahan yang ada pada FKDT ini dan kami sangat berharap Bapak dapat memberikan petunjuk serta solusi atas curahan hati kami ini," jelas Afdol Dinilhaq.

Ka.Kanwil Kemenag riau, Drs. H. Ahmad Supardi hs, MA, yang didampingi oleh Plt. Kabid Pakis, Drs. H. Elwizar menyambut baik penjelasan yang sudah diutarakan oleh Ketua FKDT Bengkalis ini dan dengan senyum ramah Ka.Kanwil mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perkenalan ini dan bersedia untuk menerima dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.

"Saya sangat berterima kasih dengan kedatangan saudara-saudara sekalian karena bapak dan ibu merupakan orang-orang penting yang dapat membantu pekerjaan saya dan Kementerian Agama secara umum. Saya mencermati permasalahan FKDT pada tiap kab/kota pasti berbeda-beda, tetapi sepertinya permasalahan yang tajam saat ini ada pada FKDT Kota Pekanbaru yang tidak baik hubungannya dengan MK2DTA bentukan Kementerian Agama Kota Pekanbaru," jelas Ahmad Supardi.

Beliau juga menjelaskan bahwa harus ada kerjasama yang baik antara FKDT Kota Pekanbaru dengan MK2DTA Kota Pekanbaru seperti halnya dalam pembuatan soal ujian dapat dirumuskan bersama-sama dengan duduk bersama dalam rapat resmi pembahasan soal MDTA.
Untuk permasalahan yang terjadi pada FKDTA Kota Pekanbaru, Plt. Kabid Pakis, Drs. H. Elwizar mengungkapkan akan berusaha memfasilitasi dengan Kemenag Kota Pekanbaru dengan mengadakan rapat khusus yang membahas masalah ini.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini dipadati dengan sesi curahan hati para pengurus FKDT mengenai permasalahan dan kendala yang terjadi pada FKDT. Pembahasan pun meliputi perkembangan kemajuan pendidikan MDTA di provinsi Riau yang cukup meningkat bahkan masyarakat sudah banyak yang menyekolahkan anaknya di MDTA sebagai pemenuhan kebutuhan pendidikan agama dan keagamaan Islam yang masih kurang pada pendidikan sekolah umum. (nvm/joni)