Ka Kanwil Dukung Rencana Majalah Dinamis untuk Mandiri
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, mendukung secara penuh rencana pengembangan Majalah Dinamis secara mandiri tampa tergantung pada anggaran DIPA Kemenag Riau pada tahun 2012 mendatang.
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, mendukung secara penuh rencana pengembangan Majalah Dinamis secara mandiri tampa tergantung pada anggaran DIPA Kemenag Riau pada tahun 2012 mendatang. Untuk itu, Tim Dinamis harus mempersiapkan langkah-langkah atau konsep kemandirian, mulai dari visi dan misi, pembenahan isi, sumber dan alternatif pendanaan dan sumber pendukung lainnya.
Hal tersebut diungkapkan Asyari Nur pada Laporan Tim Visitasi Majalah Dinamis, Rabu (20/1) di ruang rapat Kanwil Kemenag Riau lantai II. "Saya sangat setuju jika pengolahan dan pengembangan Majalah Dinamis kedapan bisa dilakukan secara mandiri, tidak lagi bergantung pada DIPA Kementerian Agama. Namun untuk melaksanakan itu perlu konsep yang jelas," tegasnya.
Menurutnya, Jika memang Majalah Dinamis yang berdiri sejak tahun 2006 lalu bergantung pada anggaran DIPA Kanwil Kemang Riau ingin berdiri sendiri, maka harus dipersiapkan secara matang. Agar dalam perjalanannya kedepan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik bagi pembacanya, khususnya pegawai di lingkungan Kemenag Riau.
Rencana kemandirian Majalah Dinamis memang perlu dilakukan terkait dana pengelolaan majalah Dinamis yang dianggarkan pada DIPA setiap tahunnya tidak stabil. Seperti pada tahun 2011, dana operasional Majalah Dinamis mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu dari Rp120 juta pada tahun 2010 turun menjadi Rp96 juta pada tahun 2011.
Asyari menambahkan, rencana kemandirian majalah Dinamis sangat memungkinkan dilakukan. Jika hal tersebut dapat wujudkan maka biaya produksi bisa diteken lebih kecil karena materi yang digunakan bisa disesuaikan dengan keinginan managemen pengelola. Terkait dengan anggaran produksi, banyak alternatif yang bisa dilakukan oleh pengelola dengan menjalin kerjasama dengan bidang-bidang, kepala kantor kemenag kabupaten dan kota, madrasah-madrasah, bahkan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain diluar Kemenag, misalnya dengan perusahaan travel perjalanan haji dan umrah, perusahaan industri dan lain sebagainya.
"Untuk permasalahan dana kita akan bahas dengan Kabid-kabid dan Kemenag kabupaten dan kota. Sementara itu kerjasama dengan pihak luar, tim Dinamis harus memikirkan konsepnya agar majalah Dinamis bisa mengena bagi perusahaan-perusahaan, misalnya dengan menyediakan kolom majelis taklim, khutbah, jadwal-jadwal pembinaan agama, pengawasan dan lain sebagainya. Dengan demikian, majalah dinamis menjadi kebutuhan bagi masyarakat umum khususnya karyawan Kemenag," ungkap Ka Kanwil menyarankan beberapa konsep yang bisa ditempuh oleh Dinamis.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Dinamis, Abdul Wahid S Ag mengatakan, untuk merealisasikan rencana kemandirian Majalah Dinamis, tim redaksi Dinamis pada tahun 2011 akan mencoba melakukan sosialisasi, agar Majalah Dinamis pada tahun 2012 mendatang benar-benar bisa berjalan secara mandiri.
"Jika ini bisa kita lakukan termasuk membuat konsep-konsep yang tepat, membenahi segala fasilitas dan perlengkapan Dinamis, dan melakukan upaya-upaya peningkatan SDM pegnelola. Termasuk perlu adanya dukungan penuh dari semua pihak termasuk Ka Kanwil Kemenag Riau, maka bukan hal mustahil Dinamis bisa mandiri pada tahun 2012 mendatang," harapnya. (msd/js)