Mahato (Humas) - Ka.Kanwil Kemenag Prov.Riau, Drs. H. Tarmizi Tohor,MA, dan Ka.Kan.Kemenag Kab. Rokan Hulu, Drs.Ahmad Supardi Hasibuan,MA, menghadiri Khatam/Wisuda perdana Santri/wati Pondok Pesantren Raudhatussalam Mahato, Kec.Tambusai Utara Kab.Rokan Hulu pada Selasa (17/6) lalu.
PP Raudhatussalam merupakan salah satu Pondok Pesantren yang berada di Kabupaten Rokan Hulu tepatnya di Desa Mahato, Kec.Tambusai Utara, adapun letak Ponpes ini merupakan daerah perbatasan antara Kab.Rokan Hulu dengan Provinsi sumatera Utara, sehingga santri yang menimba ilmu di Ponpes ini juga berasal dari Sumatera Utara. Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatussalam Ust Indriawan Fahlimi S.Pd.I kepada Humas bahwa Ponpes ini merupakan salah satu pondok di Riau yang menginduk secara kurikulum dan model pembelajaran Pondok Moderen Gontor, tenaga pengajar semuanya alumni pondok moderen Gontor, semuanya merupakan afiliasi dari Ponpes Moderen Moderen Gontor dan pada hari ini merupakan wisuda/khatam perdana santri kita menamatkan pendidikannya selama 6 tahun di pondok ini, kami sangat bersyukur bapak Ka.Kanwil dan Ka.Kan.Kemenag Rokan Hulu dapat berkenan hadir pada wisuda perdana ini, mudah-mudahan beliau berdua selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, Amin Ya Rabbal’alamin, ujar Ust Indriawan
Ka.Kan.Kemenag Rokan Hulu dalam sambutannya menyampaikan kepada para santri agar selepas wisuda ini hendaknya melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan berkaryalah serta berdakwah di tengah masyarakat, kepada wali santri juga saya sampaikan jangan hendaknya setelah menyelesaikan wisuda ini anak-anak jangan cepat di nikahkan, biarkan mereka melanjutkan pendidikan dan berkarya dengan mengabdikan ilmunya baik di pondok pesantren ini maupun di tengah masyarakat, apalagi tadi saya mendengar laporan dari pimpinan pondok bahwa sudah ada tawaran bagi 8 orang yang sedang di wisuda ini untuk mengajar di Ponpes Pajrul Islam, Deli serdang, Sumatera Utara, maka lanjutkan pendidikan dan jadilah pencerah umat, himbau Ka.Kan.Kemenag.
Setelah sambutan Ka.Kankemenag Rohul, Ka.Kanwil Kemenag Riau juga menyampaikan kepada hadirin bahwa beliau tidak menyangka akan bisa berjumpa dengan masyarakat di Mahato ini, saya tidak menyangka akan sampai kesini, akses menuju kesini sangat luar biasa, namun perjalanan saya tidak sia sia, ditengah-tengah kebun sawit rupanya ada satu lembaga pendidikan Ponpes Moderen Raudhatussalam sebagai lembaga pencetak ulama yang sangat eksis keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Mahato, pada saat ini ada sekitar 4000an lebih Ponpes di Riau, termasuk Rudhatussalam ini salah satunya, madrasah dan ponpes merupakan suatu wadah pencetak generasi Qur’ani yang berkarakter yang bisa merubah akhlak bangsa.
Perlu kami informasikan, pada saat ini kanwil Kemenag Riau sudah memiliki beberapa program khusus dalam rangka penguatan dan peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pondok pesantren, saat ini kita sudah membangun MAN Insan Cendekia di Kabupaten Siak sebagaimana MAN IC di Serpong Banten yang sudah terkenal dengan kualitas dan mutunya. juga kami sampaikan pada saat ini para orang tua di Pekanbaru mulai dari pejabat dan masyarakat umum berlomba-lomba memasukkan anaknya ke madrasah, kalau dulu anak yang dimasukan kemadrasah merupakan alternatif terakhir karena anak tersebut tidak bisa masuk kesekolah umum, tapi saat ini orang masuk madrasah sudah berlomba-lomba dahkan tidak tertampung lagi dan terkesan susah masuk karena kualitasnya sudah bagus, seperti saat ini masuk ke-MTsN Andalan Pekanbaru,MAN 2 Model, MAN1 Pekanbaru, sudah sangat kompetitif, banyak para pejabat baik pemprov maupun Pemkot Pekanbaru yang meminta memo saya untuk memasukkan anak mereka ke madrasah tersebut,hal ini dikarenakan karena kualitas dan pendidikan agama merupakan perhatian penting bagi orang tua, hal itu di madrasah sudah kita miliki, begitu juga hendaknya pondok pesantren, mari kita tingkatkan kualitas dan metode pembelajarannya agar lembaga pendidikan kita di cari oleh para orang tua, apalagi PP Raudhatussalam ini mengadopsi secara total model pembelajaran dari PP Moderen Darussalam Gontor yang sudah terkenal, tinggal publikasi yang harus di perbanyak agar masyarakat mengetahui keberadaan pondok ini, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para santri dan wali santri semoga bisa bermanfaat terutama untuk keluarga dan masyarakat, pungkas Ka.Kanwil. Seusai memberikan sambutan Ka.Kanwil di beri kehormatan untuk mewisuda 36 santri/wati tersebut sampai selesai.(AZ).