Ka Kanwil Buka Workshop Perencanaan Pemebelajaran Berbasis Pasar
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Mapenda, Drs H Tarmizi MA, Ka Kankemenag Pekanbaru, Edwar S Umar M Ag dan Kepala MAN 2 Drs H Muliardi, Kamis (16/6) membuka secara resmi Workshop Perencanaan Pembela...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Mapenda, Drs H Tarmizi MA, Ka Kankemenag Pekanbaru, Edwar S Umar M Ag dan Kepala MAN 2 Drs H Muliardi, Kamis (16/6) membuka secara resmi Workshop Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pasar dan Peningkatan Mutu Menuju Madrasah Mandiri di Aula MAN 2 Model Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, mengatakan, kegiatan yang ditaja oleh MAN 2 Model Pekanbaru selama tiga hari dengan mengikut sertakan guru dan karyawan MAN 2 serta Kelompok Kerja Madrasah (KKM) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan dibidang keagamaan di Riau, khususnya kota Pekanbaru.
"Kita di Kementerian Agama Provinsi Riau sudah membuat produk atau konsep dalam rangka mempercepat pembangunan bidang pendidikan, termasuk pembangunan keagamaan. Untuk bidang pendidikan kita sudah membuat program madrasah andalan, kelas unggulan dan madrasah terpadu dengan konsep pendidikan yang bisa melahirkan anak didik yang intelektual dengan akhlak yang baik pula," jelas Asyari.
Ia menjelaskan, untuk maju mundurnya pendidikan disebuah sekolah sangat ditentukan oleh proses pembelajaran disekolah bersangkutan. Bahkan proses pembelajaran tersebut merupakan jantungnya pendidikan, untuk itu pihak sekolah, mulai dari kepala madrasah, guru maupuan KKM harus bisa membuat konsep pembelajaran yang benar- benar tepat sasaran dan efesien.
"Terhadap proses pembelajaran yang telah kita buat, dalam jangka waktu tertentu harus dilakukan evaluasi terkait seberapa efektifnya konsep yang telah kita terapkan selama ini. Terhadap titik lemah dilakukan perbaikan dan terhadap hasil yang bagus harus terus ditingkatkan," ujarnya. (msd)