Ka Kanwil Buka MQK IV Provinsi Riau 2011
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (5/4) membuka secara resmi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau tahun 2011 di Halaman Pondok Pesantren Dar El Hikmah Jalan Soebrantas Pekanbaru.
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (5/4) membuka secara resmi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau tahun 2011 di Halaman Pondok Pesantren Dar El Hikmah Jalan Soebrantas Pekanbaru. Hadir dalam acara tersebut, Kabag TU, Drs H Pandji Ade Kh. F, Kabid Pekapontren Drs H Abdul Musi, Kabid Penamas, HM Saman S Sos M Si, Kan Kemenag Kota Pekanbaru, Drs H Tarmizi Tohor, Pemilik yayasan dan Pimpinan PP Dar El Hikmah Pekanbaru, perwakilan kabupaten/ kota, majelis guru, dan santri/ wati PP se Provinsi Riau.
Asyari Nur dalam sambutannya menyebutkan, MQK merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka menumbuhkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab kuning. Sebab, kitab kuning merupakan salah satu sumber ilmu agama yang patut dibaca dan dipelajari para santri.
"Kegiatan MQK berupaya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang beriman dan bertakwa. Selain untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri pada kitab-kitab kuning atau kitab-kitab berbahasa Arab serta untuk meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber-sumber kitab aslinya," tegasnya.
Menurutnya, Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tengah memperbaiki diri khususnya di bidang manajemen dan peningkatan mutu akademik, dengan mengusung semangat trilogi yang ingin memaksimalkan peran pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan (Tafaqquh Fiddin), lembaga kependidikan, dan lembaga sosial kemasyarakatan. Dimana salah satu program yang dapat memacu perkembangan pendidikan di pondok pesantren adalah Program MQK.
"Kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik mereka khususnya dalam kajian kutubut turast (Kitab Kuning) yang selama ini menjadi primadona atau kekhasan dalam kajian keilmuan di Pondok Pesantren. Dengan kegiatan ini kita harap dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan santri memahami dan menguasai kitab kuning baik tingkat Ula, Ustha dan Ulya. Pelajaran ini tidak akan kita dapatkan pada sekolah-sekolah umum," pungkasnya. (msd)