0 menit baca 0 %

Ka. Kankemenag Siak: Zakat, Infaq dan Sedekah

Ringkasan: Siak (Humas) – Seperti bulan ramadhan yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak menetapkan jadwal penceramah di Masjid/Mushola Se Kecamatan Siak dan Mempura. Hampir semua masjid/mushola mendapat penceramah sebagaimana yang telah di tetapkan oleh MUI Kabupaten Siak Kepala Kankemen...

Siak (Humas) – Seperti bulan ramadhan yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak menetapkan jadwal penceramah di Masjid/Mushola Se Kecamatan Siak dan Mempura. Hampir semua masjid/mushola mendapat penceramah sebagaimana yang telah di tetapkan oleh MUI Kabupaten Siak Kepala Kankemenag Kabupaten Siak. Banyak Pegawai Kankemenag Siak yang mendapat jadwal ceramah, termasuk Kepala Kankemenag Siak Drs. H. Muharom. Pada malam ke 2 (dua) ramadhan, Muharom dijadwalkan ceramah di Masjid Al Fatah Jalan Dr. Sutomo Siak Sri Indrapura.

Dalam kesempatan tersebut Ia memberikan materi ceramah tentang zakat, infaq dan sedekah.

"Zakat, infak dan sedekah termasuk amal ibadah yang dianjurkan untuk dibayarkan dalam ajaran agama Islam. Ibadah tersebut dilakukan dengan cara memberikan sesuatu yang kita miliki yang membawa manfaat bagi orang lain. Masyarakat umumnya terkaburkan oleh tiga istilah tersebut sehingga sering menyamakan ketiganya sebagai sedekah biasa. Sebenarnya, apakah perbedaan zakat, infak dan sedekah?", urai Muharom

"Zakat menurut bahasa artinya adalah 'berkembang' (an namaa) atau 'pensucian' (at tath-hiir). Adapun menurut syara’, zakat adalah hak yang telah ditentukan besarnya yang wajib dikeluarkan pada harta-harta tertentu," tutur Muharom.

Muharom juga menjelaskan, "Infak secara istilah adalah mengeluarkan sebagian harta untuk sesuatu kepentingan yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala. Sedangkan 'Sedekah' secara bahasa berasal dari akar kata (shodaqa) yang terdiri dari tiga huruf, Shod- dal- qaf, berarti sesuatu yang benar atau jujur. Kemudian orang Indonesia merubahnya menjadi Sedekah. Sedekah bisa diartikan mengeluarkan harta di jalan Allah, sebagai bukti kejujuran atau kebenaran iman seseorang".

Diakhir ceramahnya Ia mengutip hadits dari Abu Malik Al harits Bin Ashim Al as’ariy RA. yang diriwayatkan Muslim, "Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada diantara langit dan bumi, salat adalah cahaya, sedekah itu adalah bukti iman, sabar adalah pelita dan AlQuran untuk berhujjah terhadap yang kamu sukai ataupun terhadap yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya". (gn)

*edit by novam