Siak (Humas) – "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa", demikian kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak Drs. H. Muharom mengawali ceramah ba’da shlat Dzuhur dengan mengutip arti surat Al Baqarah ayat 183 di Masjid Sultan Syarif Kasim Komplek Islamic Center, Siak Sri Indrapura, Kamis (18/6).
Lebih lanjut Muharom menerangkang tentang maksud surat Al Baqarah ayat 183, "Allah Ta'ala mengabarkan tentang segala yang Dia karuniakan kepada hamba-hambaNya dengan cara mewajibkan atas mereka berpuasa sebagaimana Allah telah mewajibkan puasa itu atas umat-umat terdahulu, karena puasa itu termasuk di antara syariat dan perintah yang mengandung kemaslahatan bagi makhluk di setiap zaman, berpuasa juga menambah semangat bagi umat ini yaitu dengan berlomba-lomba dengan umat lain dalam menyempurnakan amal perbuatan dan bersegera menuju kepada kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan puasa itu juga bukanlah suatu perkara sulit yang merupakan keistimewaan kalian."
"Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan hikmah disyariatkannya puasa seraya berfirman, { لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } “Agar kamu bertakwa,” karena sesungguhnya puasa itu merupakan salah satu faktor penyebab ketakwaan, karena berpuasa adalah merealisasikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan di antara gambaran yang meliputi ketakwaan dalam puasa itu adalah bahwa orang yang berpuasa akan meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah seperti makan, minum, melakukan jima' dan semacamnya yang sangat diinginkan oleh nafsunya dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah seraya mengharapkan pahala dalam meninggalkan hal-hal tersebut, inilah hal yang merupakan ketakwaan, diantaranya juga sebagai gambaran bahwasanya orang yang berpuasa itu melatih dirinya dengan selalu merasa diawasi oleh Allah Ta’ala, maka meninggalkan apa yang diinginkan oleh nafsunya padahal dia mampu melakukannya karena dia tahu bahwa Allah melihatnya", tambah Muharom.
Muharom menggambarkan bahwa yang berpusa bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga berpuasa.
"Pohon berpuasa ketika daunnya berguguran, hewan seperti ayam betina berpuasa ketika mengeram telurnya dan ular berpuasa ketika akan berganti kulit baru", tutup Muharom pada tausiyahnya. (gn)
*edit by novam