Siak (Inmas) – Senin, (17/09/18) manal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menghadiri pembukaan event Tour de Siak tahun 2018. Pembukaan acara besar yang menjadi andalan Pemda Siak ini dilaksanakan di Tepian Bandar Sungai Jantan, Siak Sri Indrapura, Lapangan Siak Bermadah depan Istana Siak. Kegiatan yang dilaksanakan mulai 17-21 September 2018 ini resmi dibuka oleh Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman, M.BA.
Selain Gubernur Riau, hadir pada pembukaan ini, Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si, Wakil Bupati Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom serta Forkompinda Siak. Dikutip dari laman Goriau.com, Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi pada malam pembukaan iven lomba balap sepeda berskala internasional tahunan yang ditaja di Kabupaten Siak ini berharap tahun-tahun mendatang, jalur pebalap sepeda Tour de Siak bisa diseberangkan hingga ke negeri jiran.
"Alhamdulillah mulai tahun ini Tour de Siak telah terdaftar secara resmi dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) 2018. Semoga rencana Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya, untuk mengembangkan rute Tour de Siak dengan melintasi Kabupaten dan Kota yang ada di Riau terealisasi," kata Syamsuar.
Selain itu, beragam potensi pariwisata yang ada di Provinsi Riau dapat terangkai dan terpromosikan dalam satu iven yang melibatkan pembalap dari 4 tim dalam negeri dan 9 tim dari luar negeri dengan 16 negara partisipan. "Para pembalap akan menempuh lintasan balap yang dibagi dalam 4 etape dengan total jarak yang ditempuh para pembalalp dalam Tour de Siak Tahun 2018 ini sepanjang 523,11 km," kata Syamsuar lagi.
Adapun rute yang dilalui pada etape I dengan rute Siak-Dayun-Siak berjarak 154,12 km dalam 3 lap, etape II dengan rute Siak-Sungai Apit-Siak berjarak 115,41 km. Di etape III dengan rute Siak-Koto Gasib-Siak berjarak 161,48 km dalam 2 lap, dan terakhir etape IV yang juga disebut Siak City Race berjarak 92,1 km dalam 6 lap. "Pada Iven Tour de Siak 2018 ini, teknis pelaksanaannya dilaksanakan dengan penambahan etape ketiga rute Siak-Koto Gasib-Siak dengan jarak tempuh 161,48, sehingga dilaksanakan selama 4 hari," kata Syamsuar.
Beberapa tim dalam negeri yang ambil bagian dalam Tour de Siak 2018 ini diantaranya ACC (Advance Custom Cycling), PGN (Perusahaan Listrik Negara) Road Cycling Team, KFC (Kentucky Fried Chicken) Cycling Team dan tim kebanggaan kita dari Provinsi Riau, BSP (Bumi Siak Pusako). Sementara untuk tim asal luar negeri yang akan ikut bertanding diantaranya Trengganu Cycling Team Malaysia, NEX CCN Filipina, Pro Cycling Stats Camboja, Seven Eleven Filipina, Santa George Continental Cycling Team Australia, Kinan Cycling Team Jepang, Go For Gold Filipina, Nice Ethiopia Cycling Project Ethiopia, dan Sapura Cycling Team Malaysia. "Selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan, ada beberapa tujuan penting yang ingin diraih dari dilaksanakannya iven bergengsi ini, diantaranya memberikan stimulan bagi pertumbuhan dan perputaran ekonomi, mendorong produktifitas penggiat industri kreatif," sebutnya.
Selain itu juga iven ini diharapkan menjadi ajang promosi untuk menarik minat dan kunjungan wisata, melestarikan seni budaya dan kuliner melayu khas daerah, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sepeda. "Kita ingin memotivasi atlet balap sepeda berbakat, serta menarik perhatian semua pihak berkepentingan terhadap kualitas infrastruktur jalan di Negeri Istana," kata Bupati Siak dua periode ini.
Syamsuar juga menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan seluruh elemen pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat mensukseskan kegiatan ini, diantaranya UCI, PB ISSI, Forkompinda, BUMD, dan dunia usaha untuk kesuksesan dan kelancaran iven Tour de Siak 2018 ini. "Kepada seluruh pembalap dari tim peserta dalam dan luar negeri, atas nama Pemerintah Kabupaten Siak saya juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding. Marilah kita menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi sportifitas selama kegiatan ini berlangsung," katanya.
Syamsuar juga mengajak pengunjung negeri Istana ini termasuk pebalap untuk mengunjungi objek wisata yang ada di Negeri Istana, dan gerai-gerai cinderamata yang ada di lokasi Tour de Siak 2018 ini sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Siak. (Hd)