0 menit baca 0 %

Ka Kankemenag Rohul :Pendidikan Berbasis Agama dan Akhlak Mutlak Dibutuhkan

Ringkasan: Pekanbaru(Humas)- Pendidikan karakter bangsa berbasis keagamaan dan akhlakul karimah mutlak diperlukan. Sebab tantangan yang dihadapi anak didik saat ini semakin kompleks. Sementara pelajaran agama tidak bertambah dan pendidikan moralitas malah hilang sama sekali.
Pekanbaru(Humas)- Pendidikan karakter bangsa berbasis keagamaan dan akhlakul karimah mutlak diperlukan. Sebab tantangan yang dihadapi anak didik saat ini semakin kompleks. Sementara pelajaran agama tidak bertambah dan pendidikan moralitas malah hilang sama sekali. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu,Drs.H Ahmad Supardi, MA dalam rapat evaluasi pelaksanaan ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Kanwil Kemenag provinsi Riau, pada 14-16/6 di hotel mutiara merdeka. Hadir dalam rapat tersebut Kabag TU Kemenag Provinsi Riau, HM Saman, Kabid Mapenda Tarmizi Tohor MA, Kasi Mapenda se Kabupaten/kota dan pengawas pendidikan islam se riau. Lebih lanjut dikatakannya, dulu ada pendidikan moral pancasila dan pendidikan budi pekerti, sekarang kedua hal ini tidak ada lagi.Sementara pendidikan agama tetap 2 jam seminggu, tanpa ada penambahan. ''Pendidikan agama yang hanya 2 jam pelajaran seminggu itu tidak ditambah maka anak didik kita akan semakin terpuruk dan tergilas oleh tantangan modernisasi kemajuan zaman yang semakin kompleks. Tantangan paling dominan saat ini adalah dari kemajuan tekhnologi berupa internet yang menawarkan hal hal yang positif dan negatif. Sayangnya justru hal yang negatif yang paling diminati anak didik seperti pornografi, porno aksi, narkoba, dan penyakit masyarakat lainnya,''tuturnya. Ditambahkannya, Kemajuan tekhnologi sebenarnya juga menawarkan hal hal yang positif dan jika ini yang diambil maka akan sangat bermanfaat bagi anak didik. Disinilah letak pentingnya agama yang dapat dijadikan filter dalam menakar dan menafsir manfaat positif dan negatif dari kemajuan tekhnologi.(sopian)