Ka Kankemenag Rohul Kecam Pembunuhan Terhadap Imam Masjid
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Ka kan kemenag Rohul drs. H. Ahmad supardi hasibuan, MA mengutuk keras atas terjadinya pembunuhan terhadap Abdul Karim Nasution, imam masjid Al Ikhlas dusun Paringgonan Desa Kumango Kec Tambusai, Selasa 22 Maret 2011 oleh tersangka Muhammad Yusri Daulay.
Rokan Hulu (Humas)- Ka kan kemenag Rohul drs. H. Ahmad supardi hasibuan, MA mengutuk keras atas terjadinya pembunuhan terhadap Abdul Karim Nasution, imam masjid Al Ikhlas dusun Paringgonan Desa Kumango Kec Tambusai, Selasa 22 Maret 2011 oleh tersangka Muhammad Yusri Daulay.
"Pembunuhan dengan modus operandi penikaman itu dilakukan ketika sang imam (korban) sedang mengimami ibadah sholat magrib. Perbuatan ini adalah perbuatan biadab, a moral, dan tidak berperikemanusiaan," tegasnya.
Untuk itu, ia berharap supaya pihak aparat dalam hal ini kepolisian Resor Rohul, bersungguh sungguh menangani masalah ini, sampai pelakunya tertangkap dalam keadaan hidup atau mati. Selain itu pelaku harus diadili dan diberikan hukuman yang seberat beratnya.
"Dan saya juga berharap agar pelaku dapat menyadari perbuatannya ini dan sekaligus dapat menyerahkan diri kepada aparat. Ini adalah bahagian dari taubatan nasuha. Kepada keluarga, saya harap dapat bersabar dan tawakkal menerima musibah ini dan berdoa kepada allah SWT, agar arwahnya diterima, amal ibadahnya dilipat gandakan allah swt, dan ditempatkan pada tempat yang mulia di sisinya. Amien," himbaunya.
Kepada seluruh lapisan masyarakat Rohul ia berpesan, bahwa perilaku sebahagian masyarakat sudah di luar ambang batas normal. Hal ini disebabkan jauhnya umat dari nilai nilai keagamaan, hilangnya saling hormat menghormati, sayang menyayangi, dan tipisnya ukhuwah islamiyah.
"Untuk itu mari kita didik anak anak kita dengan pendidikan akhlak dan moralitas, dengan membudayakan gerakan masyarakat magrib mengaji. Insya allah, anak anak kita akan memiliki dan mendapatkan kembali karakter bangsa yang telah hilang. Dulu bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang religius, toleran, kasih sayang dan penyabar. Kini karakter itu telah hilang. untuk itu, perlu kerja keras, berpikir cerdas dan bertindak tegas untuk mengembalikan kembali karakter bangsa yang hilang itu," pungkasnya. (as edit by msd)