0 menit baca 0 %

Ka.KanKemenag Rohul Hadiri Seminar Internasional Penguatan Zakat, Wakaf dan Wisata Halal di Pekanbaru

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) Ka.KanKemenag Rokan Hulu Drs. H. Syahrudin, S.Ag, M.Sy hadiri 1st Internasional Seminar on Regional Tajdid dengan tema Penguatan Zakat, Wakaf dan Wisata Halal di Pekanbaru, Senin (11/11).Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung daerah Jl.

Rokan Hulu ( Inmas ) – Ka.KanKemenag Rokan Hulu Drs. H. Syahrudin, S.Ag, M.Sy hadiri 1st Internasional Seminar on Regional Tajdid dengan tema Penguatan Zakat, Wakaf dan Wisata Halal di Pekanbaru, Senin (11/11).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung daerah Jl. Diponegoro Pekanbaru ini dihadiri oleh Gubernur Riau H. Syamsuar Ka.KanKemenag, Kabag Kesra, BAZ Kab.Kota, Badan Wakaf Indonesia Kab.Kota, Badan Amil Zakat Prof.Riau serta 4 Narasumber yaitu Ketua Badan  Zakat Perlis, Mufti Perlis, Komisi Fatwa perlis dan sekretatis Badan Wakaf Daerah Pusat.

H. Syahrudin mengatakan bahwa perkembangan zakat di perlis malaysia di Malaysia jauh lebih besar dibandingkan APBD Prov. Riau. Karena Raja turun serta menyuarakan tentang zakat, bahkan dia memerintahkan kepada BAZ perlis jangan takut dan jangan kentar, karena yang paling tinggi adalah  hukum Allah bukan hukum manusia. Maka Semua warga turut membayar zakat. BAZ pusat juga menyampaikan bahwa satu kali kita berfikir untuk kemaslahatan ummat, lebih baik daripada sholat sebanyak 600 tahun.

“ Begitulah tingginya nilai memikirkan kemaslahatan ummat dan didalam ayat alquran bahwa akan ada penyesalan ketika manusia merasakan azab dihari kiamat, penyesalan itu bukan penyesalan tidak sholat tetapi penyesalan karena tidak berzakat...” Ujarnya.

H. Syahrudin mengatakan bahwa seminar ini sangat bagus untuk menambah wawasan kepada penyelenggara zakat wakaf dan produk halal.

“saya akan membuat MOU dengan pemerintah Prov Riau tentang kerjasama mengenai wisata halal termasuk zakat, wakaf dan wisata halal karena wisata di indonesia ini memang harus ada lebel halalnya. Harus ada kerjasama kita dengan malaysia tentang wisata halal zakat dan wakaf...” pungkasnya.***(Eel)