0 menit baca 0 %

Ka.kankemenag kampar : Utamakan Pembinaan Dari Pada Prestasi

Ringkasan: Kampar (Humas) - Prestasi Kafilah Kab. Kampar yang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya hendaknya tidak membuat kita berkecil hati, karena dari awal kita bertekad untuk menjadikan MTQ sebagai sarana pembinaan bibit daerah. Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama kab.
Kampar (Humas) - Prestasi Kafilah Kab. Kampar yang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya hendaknya tidak membuat kita berkecil hati, karena dari awal kita bertekad untuk menjadikan MTQ sebagai sarana pembinaan bibit daerah. Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama kab. Kampar, Drs H Fairus MA, hari Kamis (20/12) di ruang kerjanya. Lebih lanjut Fairus menambahkan, masyarakat Kab. Kampar patut berbangga karena semua kafilah Kab. Kampar yang mengikuti MTQ XXXI tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di Kab. Bengkalis meruapakan asli Putra/putri daerah. Walaupun saat ini ada di antara mereka yang belum berhasil mengukir prestasi, diharapkan partisipasi mereka akan memunculkan motivasi bagi peserta dan masyarakat lain untuk mengembangkan potensi-potensi daerah demi membumikan Al-Qur’an di serambi Mekkahnya Riau, bukan menduniakan Al-qur’an. “ Saya bangga atas prestasi yang telah dicapai Kafilah Kampar, walaupun tidak meraih juara umum namun komitmen untuk mengembangkan potensi-potensi putra/putri daerah dalam mengikuti MTQ ke XXXI tingkat Provinsi Riau tahun ini telah bisa terwujud. Komitmen ini akan terus digalakan dari tahun ketahun walaupun Kabupaten lain memakai peserta dari luar Provinsi Riau ”, Fairus juga yakin dan percaya, Qori-Qori’ah dan Hafiz-Hafizah yang ada di Kab. Kampar ini tidak kalah saing dengan Kabupaten-Kabupaten yang lain yang ada di Provinsi Riau serta diluar Provinsi Riau. Rumor yang berkembang di Masyarakat mengenai tidak sehatnya pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau yang selalu memakai atau mengikutsertakan peserta dari luar provinsi Riau, Fairus tersenyum sembari mengatakan, “ hal ini tergantung komitmen Gubernur kita, jika Gubernur berkomitmen untuk memakai putra/putri daerah provinsi Riau dan ingin membumikan Al-qur’an, jangan lagi diterima peserta di luar Provinsi Riau, jika terdapat lagi, langsung keluarkan peserta tersebut dari perlombaan dan memberikan sangsi kepada Kabupaten tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan, membumikan Al-qur’an hanya tinggal kata-kata “.tutup Fairus. (Ags)