Ka.Kankemenag Kampar : Hayati Makna Haji dan Qurban Dengan Meningkatkan Karya dan Pengorbanan
Ringkasan:
Kampar (Humas) - Ibadah haji dan qurban bukan sekadar ritualitas-verbal yang hampa makna, melainkan juga mengandung simbolisasi filosofis yang maknanya menyentuh aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Salah satu makna yang dapat dipetik dari pelaksanaan haji dan qurban adalah berkarya dan berkorba...
Kampar (Humas) - Ibadah haji dan qurban bukan sekadar ritualitas-verbal yang hampa makna, melainkan juga mengandung simbolisasi filosofis yang maknanya menyentuh aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Salah satu makna yang dapat dipetik dari pelaksanaan haji dan qurban adalah berkarya dan berkorban untuk mengukuhkan eksistensi manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs H Fairus MA usai melaksanakan shalat ‘Id di Markaz Islami Masjid Jami’ Al-Ihsan Bangkinang, Jumat (26/10).
Lebih lanjut Fairus mengatakan bahwa makna hidup kita, baik sebagai individu maupun sebagai umat dan bangsa, terletak pada kerja keras dan pengorbanan tanpa henti dalam menebar kebajikan bagi kemanusiaan. Seseorang menjadi besar karena jiwanya besar. Tidak ada jiwa besar tanpa jiwa yang punya semangat berkorban. Bekerja adalah simbol keberdayaan dan kekuatan. Berkorban adalah simbol cinta dan kejujuran.
Semangat berkarya (etos kerja) dan sikap rela berkorban inilah yang hendaknya dimiliki oleh setiap orang di negeri ini, terutama Abdi Negara (PNS). Inilah nilai yang menjelaskan mengapa bangsa-bangsa bisa bangkit dan para pemimpin bisa memimpin. Hanya mereka yang mau bekerja dalam diam yang panjang, dan terus menerus berkorban dengan cinta, yang akan bangkit dan menuai kejayaan. Tutupnya. (sym)