Tembilahan (Humas) – Dalam rangka meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT,Kantor Kementerian Agama Kab.Inhil, Senin pagi (12/05) membagikan bacaan Shalawat Nariyah kepada seluruh Kasi, Staff dan Honorer kantor kementerian agama.
Ka.KanKemenag Inhil melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Drs.Idrus,M.Pd.I yang ditemui diruang kerjanya menuturkan, “Bahwa untuk menindak lanjuti himbauan dari Bupati Indragiri Hlilir untuk gemar membaca shalawat Nariyah kita khususnya dari kemenag sudah menyurati semua pegawai di jajaran lingkungan kantor kementerian agama seperti Kua dan sekolah – sekolah.
Ada beberapa mamfaat dari Shalawat Nariyah ini yang apabila kita amalkan dapat bermamfaat bagi hidup kita antara lain :
1.Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang,hendaklah membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali.Insaallah barang yang hilang akan cepat kembali,Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan,maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah SWT,Setelah membaca sholawat ini hendaknya membaca doa sebagai berikut “ya Allah dengan berkah sholawat nariyah inisaya mohon engkau kembalikan barang saya “doa ini dibaca 11 Kali dengan hati yang penuh haraf dan sungguh sungguh.
2. Untuk melancarkian rezeki,memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri ataw berjamaah.
3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan ,memudahkan pekerjaan, menerangkan hati,meluhurkan pangkat,memperbaiki budi pekerti,menghindari malapetaka,dan perbuatan buruk baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.
4. Jika dibaca 21 kali setelah sholat magrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.
5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (sholat wajib) akan terjaga dari bala’( kerusakan) lahir batin.
6. Syeih Sanusi berkata “ Barang siapa secara rutin membaca sholawat ini sebanyak 11 kali maka Allah akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya.”tutupnya sembari membaca sholawat nariyah” “Allaahumma sholi sholaatan kaamilataw wa sallim salaaman. Taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tan fariju bihil kurobu. Wa tuqdhoobihill hawaa iju wa tunaa lu bihirroghoo ibu, wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu biwaj hihil kariimi wa ‘alaa aalihii washosbihii fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi llaka, ya robbal ‘aalamiin” (riry)