0 menit baca 0 %

Ka Kan Kemenag Rohul Khutbah di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan

Ringkasan: PASIR PENGARAYAN (HUMAS). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menjadi khatib Jum’at di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan, Jum’at (27/1/2012), yang dihadiri jamaah sholat jum’at kurang lebih 3000 orang, yang terdiri dar...
PASIR PENGARAYAN (HUMAS). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menjadi khatib Jum’at di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan, Jum’at (27/1/2012), yang dihadiri jamaah sholat jum’at kurang lebih 3000 orang, yang terdiri dari para pejabat, karyawan/ti dan masyarakat muslim Pasir Pengarayan dan sekitarnya. Bertindak sebagai Imam adalah Qori H Azhar Darma yang sehari-harinya adalah Imam Besar Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan. Di antara jamaah yang hadir adalah Bupati Rohul Drs H Ahmad MSi, Sekda Rohul Ir H Damri, para Asisten, Kepala Dinas/Badan/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul. Ahmad Supardi Hasibuan dalam khutbahnya menyampaikan, bahwa nanti pada hari kiamat terdapat empat golongan yang didahulukan Allah SWT masuk syurga, yaitu Golongan orang yang berjihad fi sabilillah; orang yang memperoleh haji mabrur; para ulama; dan para orang dermawan. Ketika hendak masuk syurga, keempat golongan ini berbeda pendapat tentang siapa yang lebih dahulu masuk syurga. Golongan yang berjihad menyatakan bahwa mereka tidak pantas masuk syurga lebih dahulu sebab mereka mengetahui tentang keutamaan jihad adalah dari para ulama, maka untuk itu para ulamalah yang lebih berhak masuk syurga lebih dahulu. Golongan orang yang memperoleh haji mabrur juga menyampaikan hal yang sama, sebab mereka mengetahui tentang prosedur dan tata cara ibadah haji adalah melalui para ulama, sehingga para ulamalah yang lebih pantas masuk syurga duluan. Para ulama juga menyatakan bahwa mereka tidak berhak masuk syurga lebih dahulu sebab mereka bisa menjadi ulama karena bantuan para dermawan, tanpa orang-orang dermawan tak mungkin mereka menjadi ulama. Untuk itu kata para ulama, para dermawan lebih berhak masuk syurga terlebih dahulu disbanding dengan mereka. Akhirnya para demawanlah yang lebih dahulu masuk syurga, barulah diikuti oleh golongan yang lain, sebab ternyata kalau dikaji-kaji, amal bakti para dermawan jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Masjid-Masjid, Langgar, Surau, Mushall;a, Pondok Pesantren, Sarana Pendidikan dan lain sebagainya, pada umumnya adalah dibangun para dermawan. Untuk itu, beliau menghimbau kepada para jamaah agar dapat menjadi orang dermawan dengan membayar zakat, infaq dan shodaqah dengan sebanyak-banyaknya sebagaimana dicontohkan oleh Rasiulullah SAW dan para shahabatNya serta generasi sesudahnya. Ahmad Supardi mengingatkan bahwa saat ini, kalau mau masuk syurga tidak cukup lagi dengan seribu rupiah, sebab uang seribu rupiah hanya cukup untuk masuk WC, itupun untuk buang air kecil. Kalau mau buang air besar maka harus dua ribu rupiah dan kalau ingin mandi sekalian maka harus tiga ribu rupiah. Lalu berapa untuk masuk syurga, silahkan ditimbang-timbang sendiri oleh masing-masing, sambil mengakhiri kutbahnya. (Ash).