Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi riau H. Ahmad Supardi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap usaha yang dilakukan oleh bidang Pendidikan madrasah berupa kegiatan workshop pendampingan K-13. Dimana Kurikulum 13 ini sudah harus diterapkan 100 % pada pada madrasah. Baik dilaksanakan pada pelajaran umum maupun pelajaraan Agama. Kegiatan Pendampingan Kurikulum 13 ini merupakan Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru. peran narasumber dan peserta harus sebanding. Peserta tidak hanya mendengarkan saja tetapi aktif dalam menggali ilmu tentang Kurikulum 13 ini. Kegiatan ini harus diikuti dengan sepenuh hati sehingga bisa semua ilmu yang dipelajari selama kita melaksanakan workshop. Ada penambahan ilmu pengetahuan sebelum workshop dan susah workshop, termasuk menemukan teori-teori baru dalam mengajar yang terkait dengan kurilulum 2013. Kedepan ilmu yang didapat bisa diterapkan di madarasah sehingga secara kualitatif pendidikan sudah melakukan peningkatan dan Ilmu ini bisa ditularka kepada madrasah lain.
Sementara itu Rahmat Suhadi mengatakan bahwa workshop ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan untuk guru-guru Madrasah Aliyah. Untuk Madrasah Tsanawiyah, ini merupakan angkatan I.
Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah banyak masukan dalam rangka penerapan kurikulum 13, karena didalamnya ada hal-hal yang masih terdapat aspek yang membingungkan untuk dilaksanakan, dimana tidak adanya perbedaan antara KTSP dan Kurikulum 13, oleh karena itu maka dilaksanakan kegiatan ini, terutama pada aspek penilaian dalam Kurikulum 13,
Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang peserta dari Guru-guru MTs dari kabupaten/kota se-Riau dengan narasumber berasal dari kasi kurikulum evaluasi pada subdit Kurikulum direktur KSKK, dan tim ahli lainnya. (ana/ipat)