0 menit baca 0 %

Jumlah Jemaah Haji Riau yang Wafat Sudah Capai 5 Orang

Ringkasan: Riau (Inmas) Embarkasi haji Antara Riau telah memberangkatkan jemaah calon haji dari 12 kabupaten/kota yang umumnya adalah lanjut usia dengan risiko kesehatan tinggi. Hari ini satu orang jemaah asal Kuansing kloter BTH 20 meninggal dunia pada Senin (12/08) di Rumah Sakit King Faisal.

Riau (Inmas) – Embarkasi haji Antara Riau telah memberangkatkan jemaah calon haji dari 12 kabupaten/kota yang umumnya adalah lanjut usia dengan risiko kesehatan tinggi. Hari ini satu orang jemaah asal Kuansing kloter BTH 20 meninggal dunia pada Senin (12/08) di Rumah Sakit King Faisal.

Dengan itu, jemaah yang wafat ditanah suci telah berjumlah lima orang. Terhitung 2 jemaah wafat di Madinah, dan 3 orang lainnya wafat di Mekkah.

Jemaah haji atas nama Susanah Supadi Harjo binti Supadi Harjo Supatmo dengan nomor paspor C 6237670  meninggal dunia pada tanggal 11 Agustus 2019 pukul 15 : 30 WAS, di Rumah Sakit King Faisal Mekkah.

Mengingat perkembangan kesehatan almarhumah bèlum ada kemajuan, setelah menghubungi KKHI Susanah lalu dirujuk ke RS King Faisal di Syisah Mekkah tanggal  pada Tanggal 5 Agustus 2019.

Ketua kloter BTH 20 Dr Anasri Nurdin menerangkan, setelah beberapa kali  jemaah  dijenguk ke RS King Faisal, diketahui kondisi ibu Susana masih tetap lemah. “Sampai pada masa berangkat ke Arafah beliau di Badal Haji kan oleh Pihak Daker Mekkah”, katanya.

Anasri mengaku telah melakukan koordinasi dengan maktab 2 untuk proses pengkebumian almarhumah. “Diagnosa sakit secara spesifik dari dokter Rumah sakit belum didapatkan, secara umum kondisi almarhumah memang lemah karena tidak ada selera makan, karena sebelumnya beliau memang tidak memiliki riwayat sakit yang serius”, jelasnya.

Dua hari sebelumnya juga telah berpulang ke rahmatullah jemaah atas nama seorang jemaah calon haji (JCH) Sidi Ali Ramli Yusuf bin Muhammad Yusuf no porsi 400077592, no paspor C.2706554,  warga Gang Amanah II no 3/136 Marpoyan Damai Pekanbaru, Sabtu (10/09). Jemaah berangkat ke tanah suci bersama istrinya Nuraini (64). 

Menurut keterangan dokter TKHI Kloter BTH 02 dr Hariya Deatsi Bahar, Jemaah calon haji kloter 2 BTH Rombongan 6 kelompok regu 23 ini, meninggal karena penyakit paru paru yang memang sudah dibawa sejak dari tanah air. Istrinya pun dalam kondisi sakit  juga sejak dari tanah air, sakit paru, gula dan sakit magh.

Jemaah itu menghembuskan nafas terakhir karena mengidap paru paru. Kini almarhum sudah dimakamkan di Al Soraya Mekkah.

Bahkan masih dalam bulan yang sama di bulan Agustus, pada Tanggal (04/08) jemaah atas nama Sugiati Binti Saliman Karyo. Jemaah haji ini tergabung dalam kloter BTH 06 yang membawa jemaah sejumlah 440 orang jemaah. 

Isteri dari Bpk. Sanipan Bin Tarja Mustar berusia 54 tahun ini tergabung dalam rombongan Karom 6  dan regu  22. Jemaah ini menghembuskan nafas terakhir hari Minggu, 4 Agustus 2019 Pukul 01.40 WAS di Rumah Sakit King Faisal Mekkah Almukarromah.

Razak selaku ketua kloter BTH 06 menyampaikan Almarhumah Sugiati binti Saliman disholatkan di Masjidil Haram sesudah sholat zuhur Minggu (04/08). Telah dikebumikan di pemakaman Assyaraya Mekkah. Proses pemakaman istri dari Sanipan bin Tarja (53) selesai pukul 13.40 WAS.

Sementara itu dua jemaah lainnya meninggal di Madinah. Pertama atas nama Khairil Abbas Salim. Jemaah calon haji tersebut wafat karena serangan jantung dalam usia 62 tahun. Ia merupakan warga Komplek Beringin Indah Kecamatan Marpoyan Damai, yang tepatnya berlokasi di Jalan Merbau no 100 A.

Khairil Abbas merupakan ketua regu 6 jamaah haji rombongan 2 berasal dari Pekanbaru, Provinsi Riau. Dia tergabung rombongan 2 kloter BTH 02.

Ketua kloter BTH 02 Dr Rialis mengatakan Khairil Abbas meninggal dunia setelah menunaikan sholat dhuhur dimasjid pukul 19.36 WIB. Beliau mengalami serangan jantung kemudian langsung di larikan ke klinik, kemudian baru di bawa ke Rumah Sakit Al Ansyor Madinah.

Jemaah calon haji yang diketahui berangkat bersama istri ke tanah suci ini masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah di Madinah, baru ketahuan bahwa  mengidap penyakit jantung. "Saat diperiksa juga sehat” katanya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah suami dari Elnoni Ziasti ini  kemudian ditangani oleh pihak Rumah sakit. Dan setelah disholatkan di Masjid Nabawi, jenazah Bapak Khairil Abbas dikuburkan di Baqi', Madinah sore WAS.

Dan tiga hari setelahnya pada bulan yang sama, jemaah atas nama Subli Bun Muhammad nasri wafat di Madinah.  Ia meninggal di usia 61 tahun, pada Tanggal (11/07) pukul 11.30 waktu setempat.

Disinyalir penyebab wafatnya Subli adalah hipertensi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah ke otak. Jemaah calon haji ini merupakan warga yang berlokasi di Jalan Sabilal Muhtadin Gang Sabilal X Kabupaten Indragiri Hilir.(vera)