0 menit baca 0 %

Jumlah Jamaah Wafat Meningkat, Kakanwil Kemenag Riau Ungkap 6 Sebab Utama

Ringkasan: Batam (Inmas)- Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi meningkat setiap tahunnya, secara nasional mencapai 341 orang hingga 10 September 2017. Termasuk jumlah jamaah Provinsi Riau yang sudah mencapai 15 orangmyang wafat, baik di Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Batam (Inmas)- Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi meningkat setiap tahunnya, secara nasional mencapai 341 orang hingga 10 September 2017. Termasuk jumlah jamaah Provinsi Riau yang sudah mencapai 15 orangmyang wafat, baik di Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sementara pada tahun 2016 lalu, hanya 8 orang yang wafat di Tanah Suci.

Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Ahad (10/9/2017) saat dikonfirmasi terkait tingginya angka kematian jamaah Riau tahun 2017 yang sudah mencapai 90 ?ri tahun sebelumnya,  mengungkapkan, hal tersebut disebabkan 6 faktor utama.

Pertama, karena memang jumlah jamaah Indonesia termasuk Provinsi Riau bertambah, dari 4.008 jamaah beberapa tahun sebelumnya jamaah menjadi 5.043 orang pada tahun 2017. "Bukan hanya provinsi Riau, secara nasional juga mengalami peningkatan, bahkan setelah kembali ke kuota normal, terjadi juga penambahan jamaah sebanyak 1.000 se Indonesia, sehingga angka kematianpun meningkat," jelas Ahmad Supardi disela- sela kesibukannya menyambut jamaah haji Riau di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau. "Bukan hanya jamaah Riau saja, jamaah lain pun seperti Jambi, Medan dan lain nya angka kematiannyapun meningkat seiring bertambahnya jamaah dan kondisi di Tanah Suci," tambahnya.

Pada 2017, jumlah jamaah haji Indonesia meningkat drastis menjadi 221.000 jamaah termasuk 17.000 jamaah haji khusus. Sedangkan tahun lalu hanya 168.800 jamaah dengan jamaah haji khusus 13.600 jamaah. Belum lagi jamaah- jamaah dari negara lain, seperti Malaysia, Brunei dan lainnya, sehingga jamaah mencapai 1,8 juta orang.

Kedua, faktor suhu udara yang sangat panas, pada siang hari suhu mencapai 50 drajat celcius. Kondisi cuaca di Mekkah yang kurang bersahabat terbut  membuat ratusan jemaah haji Indonesia sakit, bahkan beberapa di antaranya harus dirawat karena dehidrasi, heatsroke dan lainnya. Ketiga, karena faktor usia atau jamaah resiko tinggi, dengan usia jamaah rata- rata 60 tahun keatas. Keempat, capek dan kelelahan. Kelima, penyakit bawaan atau sejak di daerah memang sudah menderita sakit, dimana pada umumnya karena gangguan pernafasan. Keenam, karena memang sudah ajalnya.

"Untuk itu, kesehatan harus benar- benar dijaga, kalau tidak terlalu penting lebih baik gunakan waktu istirahat, banyak minum air putih. Dan kalau memang sudah ada rezki, segera mendaftar haji sehingga bisa lebih cepat berangkat haji, kalau bisa juga maxsimal usia 40 tahun sudah mendaftar, jadi bisa berangkat diusia 60 tahunan, karena masa tunggu sudah mencapai 17 hingga 18 tahun," ungkapnya dan berharap agar angka jamaah wafat tidak bertambah lagi dan semua jamaah kembali ke tanah air dengan selamat dengan haji yang mabrur. (mus)

Data Jamaah Riau yang Wafat di Arab Saudi

1. Samidi Citro Sentono (69th), jamaah kloter 6 BTH, wafat di KKHI Madinah, Senin 7/8/2017 karena Cardiovascular Disiases. (Asal Siak)
2. Risda Yarni Binti Muhammad Rasyid (48th), jamaah Kloter 6 BTH, wafat di kamar hotel Mercure Madinah, Jumat 11/8/2017 karena gagal jantung dan sindroma nefrotik. (Asal Siak)
3. Ilyas bin Muhammad Jasa (64th), jamaah Kloter 8 BTH, wafat RS King Fahd Madinah, Sabtu 12/8/2017, karena odem paru/sesak napas
4. Syafridin bin Syahbudin (65th), jamaah Kloter 4 BTH, wafat di Klinik Kesehatan Maktab Misfalah, Makkah, Jumat (18/8/2018), karena PPOK/ Paru Kronis.
5. Liana Samin Murkidulhadi binti Mukti Dulhadi (67th), jamaah Kloter 18 BTH, wafat di RSAS Makkah, Selasa (22/8/2017) karena cardiovascular disease.
6. Hasan Basri Zakaria (69th), jamaah Kloter 6 BTH, wafat RS King Faisal Makkah, Jumat (25/8/2017) karena Radang Selaput Otak. (Asal Siak)
7. Arsyad Mastur Abdullah (58th), jamaah Kloter 4 BTH, wafat di RSAS/ KKHI Makkah, Kamis (31/8/2017) karena Respiratori Diseases. (Asal Inhu)
8. Usman Daud, Kloter 10 BTH, Wafat di Muzdalifah, Jumat (1/9/2017) karena Sesak Nafas. (Asal Rohil)
9. Taufik Kahar Thaibm (60th) Kloter 3 BTH, wafat di Mina, Jumat (1/9/2017) di RS Mina (asal Pekanbaru)
10. Adnan Hamid Cuan (60th), Kloter 8 BTH, wafat di RS Arafah, Jumat (1/9/2017) Karena Gangguan Pernafasan. (Asal Bengkalis)
11. Rostina Ali Unus (59th), Kloter 9 BTH, wafat di RSAS Mena Al Wadee Hospotal, Sabtu (2/9/2017) (asal Rohul)
12. Patawari Kandak Lintak (52th), jamaah kloter 8 BTH, wafat di BPHI/KKHI Mina, Sabtu (2/9/2017) karena Cardiovasculer Diseases. (Asal Inhil)
13. Supangat Hasan Rifai bin Hasan Rifai (77th), Kloter 2 BTH, wafat di King Faisal Hospital, Senin (4/9/2017) karena gangguan pernafasan. (asal Pekanbaru)
14. Rusdi Maajar Ismail (49th), Kloter 4 BTH, wafat di Pemondokan Misfalah, Senin (4/9/2017) karena sesak nafas (Asal Inhu)
15. Sarinah Budang Antau (64th), Kloter 7 BTH, Wafat di Pemondokan Makkah, Kamis (7/9/2017). (Asal Dumai)