0 menit baca 0 %

Jumlah Hewan Qurban Tahun 2016 di kabupaten Siak Meningkat di Banding Tahun Sebelumnya

Ringkasan: Siak ( Inmas) – Jumlah Hewan Qurban yang disembelih pada hari Raya Idul Adha beberapa hari yang lalu di Kabupaten Siak meningkat di banding pada tahun sebelumnya. Dimana pada Tahun sebelumnya pada tahun 2015 Jumlah Hewan qurban di Kabupaten Siak berjumlah 1337 Ekor Hewan Qurban.

Siak ( Inmas) – Jumlah Hewan Qurban yang disembelih pada hari Raya Idul Adha beberapa hari yang lalu di Kabupaten Siak meningkat di banding pada tahun sebelumnya. Dimana pada Tahun sebelumnya pada tahun 2015 Jumlah Hewan qurban di Kabupaten Siak berjumlah 1337 Ekor Hewan Qurban. Sedangkan pada Tahun 2016 ini jumlah Hewan Qurban berjumlah 1768 ekor.

Jumlah tersebut tersebar pada 14 Kecamatan Se-Kabupaten Siak dengan rincian kecamatan siak 37 Kerbau, 92 Sapi dan 25 Kambing. Kecamatan Sungai Apit 22 Kerbau, 47 Sapi, dan 34 Kambing. Kecamatan Minas 78 Sapi, 18 Kambing. Kecamatan Tualang 17 Kerbau, 440 Sapi dan 86 Kambing. Kecamatan Sungai Mandau 23 Sapi dan 15 kambing. Kecamatan Dayun 119 Sapi dan 11 Kambing. Kecamatan Kerinci Kanan 102 Sapi dan 32 Kambing. Kecamatan bunga Raya 65 Sapi dan 21 Kambing. Kecamatan Koto Gasib 16 Kerbau, 47 Sapi dan 17 kambing. Kecamatan Kandis 107 Sapi dan 48 Kambing. Kecamatan Lubuk Dalam 63 Sapi dan 26 Kambing. Kecamatan Sabak Auh 2 Kerbau, 43 Sapi dan 21 Kambing. Kecamatan Mempura 3 Kerbau, 49 Sapi dan 14 Kambing. Kecamatan Pusako 24 Sapi dan 4 Kambing.

Menurut Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Resman Junaidi, S.HI di Ruang Kerjanya, Jum’at (16/09/16) mengatakan meski jumlah Hewan Qurban tersebut mengalami sedikit peningkatan, namun masih banyak Daerah atau Kampung yang tidak mendapat daging Qurban. Hal ini disebabkan pada Daerah tersebut tidak ada Masyarakat yang berQurban karena tingkat penghasilan yang masih rendah. Oleh karena itu Kita berharap pada Masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih untuk tahun-tahun yang akan datang, dapat berqurban di daerah lain yang tidak memiliki Hewan Qurban. Sehingga Hewan Qurban yang dibagikan kepada Masyarakat tidak menumpuk pada daerah tertentu yang mayoritas Masyarakatnya mempunyai penghasilan lebih. “Ungkap Resman” (Awl)