Judul Santapan Ramadhan Malam Ini, Membudayakan Kejujuran
Ringkasan:
Kampar (Inmas) Sesuai dengan judul-judul santapan rohani ramadhan yang telah disusun oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar selama sebulan penuh, pada malam ketiga belas ini adalah Membudayakan Kejujuran. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.
Kampar (Inmas) – Sesuai dengan judul-judul santapan rohani ramadhan yang telah disusun oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar selama sebulan penuh, pada malam ketiga belas ini adalah Membudayakan Kejujuran. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, melalui Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari senin (28/05/2018) diruang kerjanya.
Agus mengatakan, dalil tentang Membudayakan Kejujuran bisa kita lihat dalam surat At-Taubah ayat 119, yang maknanya “ Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (9: 119)
Iman kepada Tuhan memiliki derajat dan tingkatan. Sedangkan merasa sudah beriman kepada Allah Swt dan Hari Kiamat tidaklah cukup. Karena itu iman haruslah disertai dengan kejujuran dan teremplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Iman kepada Allah dan Hari Kiamat bukanlah sesuatu yang diucapkan dengan lisan saja.
Memang benar bahwa hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, seseorang sudah dianggap dan diperlakukan sebagai muslim. Akan tetapi, untuk mencapai derajat seorang mukmin, seseorang harus membuktikan kejujuran kalimat syahadat yang ia ucapkan itu dengan melaksanakan taat dan menjauhi maksiat, sehingga dia akan terselamatkan dari api neraka.
Meski iman kepada Allah terdapat di dalam hati, namun ia perlu diikrarkan secara lisan dan perbuatannya sama satu dan tidak berbeda. Dengan kata lain apa yang diucapkan oleh lisan haruslah menjadi keyakinan dalam hati, kemudian terejawantahkan dalam perbuatan, yang mencerminkan kejujuran keislaman yang diucapkan dengan lisan.
Oleh karena itu, Allah Swt dalam ayat ini berpesan agar orang-orang mukmin menjadi orang yang bersih dan jujur, serta selalu berada bersama orang-orang yang jujur dan benar. Yang mana dari ayat tersebut terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:? pertama, Selalu bersama orang-orang saleh, baik dan jujur merupakan jalan pendidikan bagi manusia agar terjauhkan dari jalan yang menyimpang dan sesat. dan yang kedua, Kejujuran dan kebenaran seberapapun kasarnya memiliki nilai di sisi Allah. Sebagaimana Allah swt telah mengenalkan para wali-Nya yang maksum sebagai orang-orang "Shadiqin", pungkas Agus. (Ags/Usm)