Kampar (Inmas) Judul buku khutbah idul Adha tahun ini adalah Hakikat Berqurban. Demikian disampaikan Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Maswir MA, melalui Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari selasa (30/07/2019) diruang kerjanya.
Agus menjelaskan, buku khutbah idul adha tahun 1440 H /2019 M ini ditulis oleh Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Basri SAg MSy. Buku ini telah kita bagikan di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kab. Kampar dan juga sudah banyak kita bagikan melalui penyuluh Agama Islam (PAI) dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Dalam buku yang ditulis, berqurban bukanlah sekedar ritual tanpa makna, atau tradisi tanpa arti. Berqurban harus mampu menggugah jiwa dan perasaan pelakunya untuk menghayati apa makna yang tersirat dibalik yang tersurat dari pelaksanaan ritual tersebut.
Menurut pandangan Ali Syariati terhadap peristiwa dari Qurban Ismail mengandung makna yang sifatnya simbolistik. Pada dasarnya semua orang bisa saja berperan sebagai Ibrahim yang memiliki Ismail. Ismail yang kita miliki dapat berwujud sebagai anak, istri yang cantik, harta benda yang banyak, pangkat atau kedudukan yang tinggi, pendeknya segala apa yang kita cintai, yang kita dambakan, yang kita kejar-kejar dengan rela mempertaruhkan semua yang kita miliki.
Ismail-Ismail yang kita miliki itu, kadang dan bahkan tidak sedikit membuat kita terlena dan lalai serta terbuiai dari gemerlapan duniawi yang menyebabkan melanggar ketentuan moral, etika, dan agama. sehingga sulit kembali mengingat Allah Swt.
Oleh karena itu, berperanlah sebagai Ibrahim untuk dapat menaklukkan Ismail-Ismail itu. Janganlah kita terbelenggu oleh hal-hal yang bersifat duniawi ini. Janganlah sampai kita dipalingkan dari Tuhan oleh hal-hal yang pada hakikatnya bersifat semu dan tidak abadi. Kita boleh memiliki apa saja dudunia ini asalkan mendapatkannya dengan cara-cara yang halal sesuai dengan syari at agama kita. (Ags/Usm/Mjs)Â