Riau (Inmas) - Pasar hewan menjadi salah satu tempat buruan jamaah haji Indonesia tak terkecuali jemaah Riau Embarkasi Batam ketika berada di Mekkah, Arab Saudi.
Mereka membeli kambing untuk disembelih sebagai tanda membayar dam (denda) karena melaksanakan haji tamattu. Seluruh jamaah haji Indonesia memang mengambil niat haji tamattu. Mereka melaksanakan umrah terlebih dahulu baru kemudian haji.
Jemaah memakai ihram dari miqat dengan niat umrah hingga tahalul. Dan memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari tarwiyah (8 Zulhijah). Bagi yang mengambil niat haji tamattu , mereka diwajibkan membayar dam. Pun begitu dengan mereka yang berniat haji qiron, yakni melakukan haji dan umrah secara bersamaan.
Maka, usai melaksanakan umrah wajib, jemaah berkewajiban untuk membayar dam nusuq, berupa penyembelihan hewan ternak minimal satu ekor kambing
Menurut keterangan TPIHI Marthilevi Saleh SAg MPd I, Sabtu (27/07/2019), yang datang mengunjungi Pasar Muashem di wilayah Kota Makkah. Kloter BTH 18.
“Menunggu hari arofah atau hari Armuzna JCH kloter BTH 18 yang berjumlah 444 jamaah berasal dari Kabupaten Rokan hulu, memanfaatkan waktu dengan ibadah sunnah” katanya.
Ada yang melaksanakan ibadah sunnah di Masjidil haram ataupun di musholla hotel.
Namun ada juga sebagian jemaah yang memanfaatkan waktu dengan ziarah di sejumlah kota bersejarah di Makkah.
“Ada yang mengunjungi Jabal Nur, gua Hira, Jabal tsur tempat nabi mulai hijrah dan juga Jabal rahmah, tetapi yang paling disukai adalah Jabal Rahmah karena menurut mereka disebut juga Jabal kasih sayang/cinta, sehingga memanfaatkan momen ziarah dengan berdo'a” terang Marthilevi.
Lebih lanjut diungkapkannya sebelum menuju destinasi bersejarah tersebut, JCH Rohul telah melakukan ziarah ke Muashem tempat pemotongan hewan qurban dan dam haji.
“Ziarah itu sudah dimulai sejak kamis s.d sabtu, 25,26,27 juli, dan hari ini sabtu 27 juli dikunjungi juga Jabal Rahmah mulai pukul 08.00 was dan mengunjungi arofah, mina dan muzdalifah pada pukul 10.00 waktu Arab Saudi” ujarnya.
Menurutnya itu penting sebagai gambaran tempat tempat manasik haji nantinya. Jemaah kembali ke maktab sekitar pukul 11 WAS dan lansung bergerak menuju masjidil haram untuk menunaikan sholat zuhur dengan bus salawat.
Ia menambahkan untuk prosesi pembayaran dam jemaah di bantu mukimim setempat, yakni WNI di Mekkah yang telah direncanakan sebelum haji.
Dari total jemaah BtH 18 Rohul tercatat 90 JCH dua rombongan yang pergi ke Pasar Moashem, tempat pemotongan hewan. Selain pasar Muashem ada juga pasar Akisiyyah, dan pasar An’am, pasar hewan terbesar di Mekkah.
Sementara itu, Marthilevi mengaku jemaah asal Rohul memilih membayar dam haji tamattu dengan menyembelih kambing. Pasalnya, dia bisa menyaksikan proses pemotongannya sehingga rasanya lebih puas.
“Mereka dapat kambing seharga 400 riyal,” kata petugas haji asal kloter 18 ini.
Dia bersama rombongan satu kloter menyebut pembelian kambing telah dikoordinasikan oleh ketua kloter, sehingga jamaah tinggal melihat proses pemotongan atas nama dirinya.
Marthilevi mengatakan usai memilih, jemaah calon haji dapat membawa kambing tersebut ke tempat pemotongan yang tersedia juga di sana.
Dikatakannya pembayaran dam bisa dilakukan bagi haji tamattu sepanjang jemaah sudah merampungkan dan mengerjakan umrah tamattu-nya.(vera)