Bengkalis
(Inmas) – Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah atau hari tarwiyah, Jamaah Calon
Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis yang tergabung pada Kloter 10 BTM, mendapatkan
bimbingan ibadah untuk persiapan pelaksanaan di Arafah, Musdalifah dan Mina
atau yang sering disebut dengan Armina.
Pelaksanaan
bimbingan tersebut digelar di mushalla pemondokan jamaah di Asyisiyah Hotel 101
sektor 1, Mekkah Al Mukarromah, pada Sabtu (28/07/2019) waktu setempat,
sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Kloter 10 Ibrahim SAg lewat pesan
WhatApp nya pada pukul 13.00 WIB.
Dalam acara tersebut oleh pemateri dari
Konsultan Ibadah Sektor 1 BTH yani KH Muhammad Syafiq, dibahas antara lain
penempatan tenda di Arafah dan Mina, teknis pemberangkatan dari pemondokan, manasik
haji/ bimbingan ibadah wukuf, mabid dan melontar.
Dalam kesempatan yang sama, Tim
Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) H Jumari menginformasikan bahwa pelaksanaan
Armina merupakan hal terpenting dalam prosesi ibadah haji, dimana transportasi
ke Armina itu sangat terbatas, sehingga seringkali bus dipadati jamaah dan
berjejalan serta ada yang berdiri. “Utamakan lansia dan yang udzur maupun yang
sakit untuk duduk di kursi duduk,” imbau Kakan Kemenag Bengkalis selaku TPHI
Kloter 10.
Ditambahkankannya,
bagi yang lansia atau udzur dan sakit disarankan membadalkan atau mewakilkan
melontar jumrah kepada jamaah yang sehat dan memahami tata cara atau
kaifiyatnya sesuai tuntunan agama untuk keamanan dan keselamatan, sehingga
mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya H Jumari juga mengajak JCH
agar senantiasa minta arahan dari petugas. “Usahakan melontar ikuti arahan
petugas dan hindari waktu yang tidak aman,” ajaknya di hadapan seluruh jamaah,
Karu dan Karom.
Seluruh jamaah sangat antusias mendengarkan materi dan arahan yang
disampaikan oleh pemateri tersebut, dan tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan
yang mereka utarakan kepada pemateri. (tfk)