0 menit baca 0 %

Jelang UAB, Kemenag Riau Gelar Workshop Pembuatan Soal MDTA

Ringkasan: Riau (Inmas)- Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Bersama Madrasah Diniya Takmiliyah Awaliyah (UAB- MDTA) Tahun Pelajaran 2018/2019 Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau menggelar Workhsop Pembuatan Soal UA MDTA, 18 -21 Februari 2019 di Hotel Cititel Pekanbaru.Kegiata...

Riau (Inmas)- Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Bersama Madrasah Diniya Takmiliyah Awaliyah (UAB- MDTA) Tahun Pelajaran 2018/2019 Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau menggelar Workhsop Pembuatan Soal UA MDTA, 18 -21 Februari 2019 di Hotel Cititel Pekanbaru.

Kegiatan Workhsop diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Kepala Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Kabupaten/ Kota, Kepala MDTA daN Guru Inti pembuatan Soal UA MDTA Tahun 2018/2019. Hadir sebagai narasumber Kakanwil Kemenag Riau, Kepala Bidang, dan Kasi pada Bidang Pakis.

Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, di dampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Alqur’an, Drs Darimus MA dan Kasi PAIS Pendidikan Menengah, H Amri Fitri S Sos M SI usai memberikan materi pada Workshop mengatakan, dalam penyusunan soal, harus memperhatikan silabus dan kurikulum MDTA, tidak mengandung sara dan menjaga kerahasian soal.

“Penyusunan soal harus berpedoman pada pedoman opersional standar panitia pusat sehingga penyelenggaraan UAB MDTA secara mandiri, amanah, objektif dan actual dapat terlaksana dengan baik,” ungakpnya. “Pada kesempatan ini, kita juga menekankan agar madrasah punyai inovasi, dengan melakukan perubahan- perubahan yang lebih baik. Karena kalau menoton saja akan menimbulkan kejenuhan semua pihak,” harapnya.

Terkait dengan guru MDTA, Mahyudin berharap agar kepala dan guru- guru MDTA senantiasa melakukan penguatan mutu MDTA dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan tenga kependidikan baik kualifikasi maupun kompetensi. Merumuskan metode pembelajaran efektif, penguatan keterampilan pengembangan kurikulum bagi pendidik, menumbukan peran FKDT dan berperan aktif dalam segala bidang.

“Kepala dan guru harus senantiasa meng upgrade pengetahuannya sehingga saat proses pembelajaran bisa memberikan sesuatu bisa di cernah di tangkap oleh anak-anak kita, sehinggah pengetahuan agama bisa di serap kemudian diterapkan mereka  dalam kehidupan mereka sehari- hari. Bagaimanapun saat ini ilmu agama MDTA ini sangat penting di jaman melenial maka ilmu- ilmu agama akan membentengi anak- anak kita dari hal- hal negatif,” pesannya.

Ditambahan Kasi Pendidikan Diniyah dan Alqur’an, Drs Darimus MA, kegiatan Workhsop Pembuatan Soal UA MDTA Bidang Pakis Kanwil Kemenag Riau diikuti oleh 40 orang peserta utusan Kabupaten/ Kota yang bertujuan untuk membuat kisi- kisi dan soal UA MDTA Tahunn 2018/ 2019.

“Peserta pada kegiatan ini sebanyak 40 orang berasal dari Kabupaten/ Kota , terdiri pada kasi- kasi dan kepala MDA  atau guru- guru inti untuk pembuatan kisi- kisi dan soal ujian akhir MDTA.  Tujuan kergiatan ini tentu saja untuk mengevaluasi sekaligus mengukur kopentensi santri. Mudah- mudahan kegiaatan ini akan menghasilkan kisi- kisi dan soal soal yang baik untuk diujikan di dalam UA MDTA,” harapnya.

Menurut Darimus, untuk pembuatan kisi- kisi dan soal UAB MDTA mengacu pada pedoman operasional standar panitia pusat meliputi 7 mata pelajaran, yaitu Alqur’an (50 soal), Hadist (50 soal), Akidah (50 soal), Akhlak (50 soal), Figh (50 soal), Sejarah Kebudayaan Islam (50 soal) dan Bahasa Arab (40 soal). Jadwal pelaksanaan UAB MDTA pada 8 – 11 April 2019. (mus/anto/faj)