0 menit baca 0 %

Jelang Puncak Haji, Kakanwil Himbau Jamaah Siapkan Fisik dan Mental

Ringkasan: Riau (Inmas)- Menjelang puncak haji pada 9 Dzulhijjah 1438 H/ 31 Agustus 2017, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menghimbau jamaah agar focus dan mempersiapkan diri secara fisik dan mental, memahami manasik haji dan mematuhi apa yang menjadi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH Arab...

Riau (Inmas)- Menjelang puncak haji pada 9 Dzulhijjah 1438 H/ 31 Agustus 2017, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menghimbau jamaah agar focus dan mempersiapkan diri secara fisik dan mental, memahami manasik haji dan mematuhi apa yang menjadi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi.

“Sampai saat ni sudah lima orang jamaah haji kita yang wafat di Madinah dan di Makkah, untuk itu saya benar- benar menghimbau agar jamaah tidak terlalu memporsir tenaga dan menjaga kesehatan menjelang puncak haji.  Saya juga berharap agar jamaah tidak kemana mana, kecuali ke Masjidil Harom untuk menunaikan ibadah sholat lima waktu, sehingga badan tidak terlalu capek,” himbaunya.

Ia berharap, JCH Riau  yang saat ini sudah 5 ribu orang di Arab Saudi supaya dapat menjaga kesehatan, khususnya menjelang puncak ibadah haji yakni wuquf di Arafah pada tgl 9 Zilhijjah dan dilanjutkan bermalam di Muzdalifah dan melontar Jumroh di Mina.

“Selain itu, perbanyak minum air putih khususnya air zam zam untuk menghindari dehidrasi, karena suhu panas  mencapai 50 derajat celcius,” terangnya.

Taati Jadwal Melontar

Ahmad Supardi menambahkan, sesuai dengan maklumat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Melalui Muassassah Asia tenggara bahwa demi kelancaran dan untuk menghindari kemacetan akibat pengumpulan jamaah, maka jamaah Haji indonesai agar memperhatikan dan mentaati jadwal waktu melontar jamarat.

Adapun waktu yang di larang melontar jamarat bagi jamaah haji Indonesia adalah  tanggal 10 dzulhijjah dari pukul 06.00 – 10.30 WAS,  tanggal 11 Dzulhijjah dari Pukul14.00 – 18.00 WAS dan tanggal 12 dzulhijjah pukul 10.30 – 14.00 WAS.

“Ini benar- benar harus dipatuhi, jangan sampai terjadi penumpukkan yang akan berakibat fatal bagi jamaah seperti insiden yang terjadi pada tahun 2015 lalu,” tegasnya. (mus)