Riau
(Inmas) – Gubernur Riau bersama jajaran Forkopimda Riau menggelar rapat
koordinasi bersama TNI, Polri dan BIN di Hotel Grand Central Pekanbaru. Rapat
membahas sejumlah agenda, termasuk soal persiapan pengamanan pelantikan
presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.
Rapat
dihadiri, Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Kejati Riau, Danlanud, Ketua BKD Riau, Ketua Pengadilan Tinggi
Riau, Danrem 031
Wirabima, pimpinan daerah beserta jajaran seperti Bupati/ walikota se-Riau, Forkopimda
kabupaten/kota, Kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Drs. Chairul Rizk M.Si
beserta jajaran kabupaten/kota, Sekda Provinsi Riau, Kepala OPD provinsi Riau., Kakanwil Kemenag Riau Dr H
Mahyudin MA. Rapat dimulai sekitar 09.30 WIB pagi dan bersifat tertutup.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Drs.
Chairul Rizki M.Si selaku
ketua panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir pada kegiatan Rapat
Forkopimda Dalam Rangka Antisipasi Kondisi Kamtibmas Provinsi Riau Menjelang
pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019-2024.
Pihaknya
melaporkan yang menjadi dasar penyelenggaraan rapat tersebut antara lain, UU
nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan
konflik Sosial, Peraturan permerintah nomor 2 Tahun 2015 tentang penanganan
konflik sosial, permen no 33 tahun 2018 tentang pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur,
Wakil gubernur sebagai wakil pemerintah pusat , Permendagri no 42 tahun 2012 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan
konflik sosial, keputusan Gubernur tentang Tim terpadu penanganan konflik
sosial Provinsi Riau.
Rapat
itu bertujuan mengantisipasi kondisi Kamtibmas Provinsi Riau jelang pelantikan
presiden dan wapres 2019-2024. Selain itu untuk memantapkan pelaksanaan pilkada
serentak provinsi Riau Tahun 2020. Sehinga terlaksananya sinergi dan koordinasi
Gubernur dengan forpimda bupati/walikota dalam antisipasi kamtibmas pra dan
pasca Pelantikan Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.
Gubernur
Syamsuar dalam sambutannya menegaskan pasca pemilu serentak, perlu dilaksanakan
rapat koordinasi forkopimda bersama TNI Polri digelar untuk mendukung
kelancaran jelang pelaksanaan pelantikan presiden. Antisipasi kerawanan ataupun
potensi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat yang akan timbul jelang
pelantikan dalam waktu dekat. “Butuh kerja sama kita semua, untuk menciptakan
suasana yang aman, damai dan sejuk”, katanya.
Syamsuar
menyebut kemungkinan gangguan yang terjadi, seperti bentrokan antara pendukung
para pasangan presiden, aksi unjuk rasa terhadap kebijakan pemerintah. Namun
demikian kita tetap perlu berupaya menwujudkan suasana yang aman dan kondusif,
jelang dan pasca pelantikan presiden dan wakil presiden, tekannya.
Semoga
kita bisa menangani kemungkinan konflik yang terjadi di daerah secara cepat dan
tepat. Untuk itu ia mengajak jajaran forkopimda untuk memantapkan koordinasi dan sinergi instansi vertikal
dengan instansi daerah Forkopimda, dan para Bupati/walikota guna mengantisipasi
keamanan dan ketertiban Provinsi Riau.
Selain
itu Syamsuar juga menyinggung terkait pencegahan dan penanganan pembakaran
karhutla di Riau. “Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua”,
katanya. Mari kita bersama sama mengantisipasi semua kemungkinan gangguan yang
ada di tengah masyarakat. “Peran serta kita semua bersama masyarakat Riau,
sangatlah penting, terlebih lagi jelang pelantikan presiden dan wakil presiden,
perlu menyaring berita hoax yang berkembang hingga kini. (vera/anto)