0 menit baca 0 %

Jelang Pelantikan Presiden Forkopimda Riau Rakor bersama TNI dan Polri, Kakanwil Kemenag Riau Turut Hadir

Ringkasan: Riau (Inmas) Gubernur Riau bersama jajaran Forkopimda Riau menggelar rapat koordinasi bersama TNI, Polri dan BIN di Hotel Grand Central Pekanbaru. Rapat membahas sejumlah agenda, termasuk soal persiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.Rapat dihadiri, Ketua DPRD R...

Riau (Inmas) – Gubernur Riau bersama jajaran Forkopimda Riau menggelar rapat koordinasi bersama TNI, Polri dan BIN di Hotel Grand Central Pekanbaru. Rapat membahas sejumlah agenda, termasuk soal persiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

Rapat dihadiri, Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Kejati Riau, Danlanud, Ketua BKD Riau, Ketua Pengadilan Tinggi Riau, Danrem 031 Wirabima, pimpinan daerah beserta jajaran seperti Bupati/ walikota se-Riau, Forkopimda kabupaten/kota, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Drs. Chairul Rizk M.Si beserta jajaran kabupaten/kota, Sekda Provinsi Riau, Kepala OPD provinsi Riau., Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA. Rapat dimulai sekitar 09.30 WIB pagi dan bersifat tertutup.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Drs. Chairul Rizki M.Si selaku ketua panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu  undangan yang hadir pada kegiatan Rapat Forkopimda Dalam Rangka Antisipasi Kondisi Kamtibmas Provinsi Riau Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019-2024.

Pihaknya melaporkan yang menjadi dasar penyelenggaraan rapat tersebut antara lain, UU nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan konflik Sosial, Peraturan permerintah nomor 2 Tahun 2015 tentang penanganan konflik sosial, permen no 33 tahun 2018 tentang pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur, Wakil gubernur sebagai wakil pemerintah pusat , Permendagri no 42 tahun  2012 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial, keputusan Gubernur tentang Tim terpadu penanganan konflik sosial Provinsi Riau.

Rapat itu bertujuan mengantisipasi kondisi Kamtibmas Provinsi Riau jelang pelantikan presiden dan wapres 2019-2024. Selain itu untuk memantapkan pelaksanaan pilkada serentak provinsi Riau Tahun 2020. Sehinga terlaksananya sinergi dan koordinasi Gubernur dengan forpimda bupati/walikota dalam antisipasi kamtibmas pra dan pasca Pelantikan Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Gubernur Syamsuar dalam sambutannya menegaskan pasca pemilu serentak, perlu dilaksanakan rapat koordinasi forkopimda bersama TNI Polri digelar untuk mendukung kelancaran jelang pelaksanaan pelantikan presiden. Antisipasi kerawanan ataupun potensi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat yang akan timbul jelang pelantikan dalam waktu dekat. “Butuh kerja sama kita semua, untuk menciptakan suasana yang aman, damai dan sejuk”, katanya.

Syamsuar menyebut kemungkinan gangguan yang terjadi, seperti bentrokan antara pendukung para pasangan presiden, aksi unjuk rasa terhadap kebijakan pemerintah. Namun demikian kita tetap perlu berupaya menwujudkan suasana yang aman dan kondusif, jelang dan pasca pelantikan presiden dan wakil presiden, tekannya.

Semoga kita bisa menangani kemungkinan konflik yang terjadi di daerah secara cepat dan tepat. Untuk itu ia mengajak jajaran forkopimda untuk memantapkan  koordinasi dan sinergi instansi vertikal dengan instansi daerah Forkopimda, dan para Bupati/walikota guna mengantisipasi keamanan dan ketertiban Provinsi Riau.

Selain itu Syamsuar juga menyinggung terkait pencegahan dan penanganan pembakaran karhutla di Riau. “Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua”, katanya. Mari kita bersama sama mengantisipasi semua kemungkinan gangguan yang ada di tengah masyarakat. “Peran serta kita semua bersama masyarakat Riau, sangatlah penting, terlebih lagi jelang pelantikan presiden dan wakil presiden, perlu menyaring berita hoax yang berkembang hingga kini. (vera/anto)