0 menit baca 0 %

Jelang MTQ ke-35 Prov. Riau, Panitia TC Gelar Rapat Koordinasi

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas)- Bertempat di Loby Hotel Almarosa Bagansiapiapi, Jumat (16/9), Panitia Training Centre (TC) menggelar rapat koordinasi persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Riau. Acara dihadiri dan dibuka Kakan Kemenag Rokan Hilir H.

Rokan Hilir (Inmas)- Bertempat di Loby Hotel Almarosa Bagansiapiapi, Jumat (16/9), Panitia Training Centre (TC) menggelar rapat koordinasi persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Riau.

Acara dihadiri dan dibuka Kakan Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar selaku pembina TC dan penanggung jawab lomba dikepengurusan panitia MTQ Kab. Rokan Hilir.

Dalam arahannya H. Agustiar mengatakan bahwa Pemda Rohil terus melakukan persiapan untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-35 Provinsi Riau yang dijadwalkan dari tanggal 8 - 16 Oktober 2016 di Kota Pekanbaru.

H. Agustiar merasa optimis dan menargetkan Rohil akan meraih gelar juara umum pada ajang tahunan tersebut, minimal juara III. Karena Rokan Hilir punya potensi dan Rokan Hilir pernah juara umum pada MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2012 di Bengkalis.

"Kejadian tahun lalu tidak ingin terulang kembali, dimana posisi Kabupaten yang berjuluk Negeri Seribu Kubah itu prestasinya menurun drastis. Padahal, Rohil memiliki perserta yang berpotensi dan memiliki bakat luar biasa dan terbukti pernah meraih juara umum," tegasnya.

Kabupaten Rohil akan mengirim sebanyak 44 peserta untuk mengikuti ke tujuh cabang lomba yang diadakan di MTQ itu. Tujuh cabang itu diantaranya, Tilawah Qur'an, Syahril Qur'an, Fahmil Qur'an, Khattil Qur'an, Hifzil Qur'an, Tafsir Qur'an dan M2Q.

"Namun demikian kita harus memperhatikan dengan seksama, bahwa mulai tahun ini pendaftaran MTQ Provinsi Riau secara elektronik, menggunakan aplikasi online," tambah H. Agustiar.

H. Agus menghimbau kepada panitia TC yang ditunjuk sebagai koordinator cabang lomba, "agar bekerja semaksimal dan seoptimal mungkin dengan data yang akurat dalam mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan.

"Jangan sampai ketika peserta sudah dibawa ke Pekanbaru, karena dokumen tidak tidak lengkap atau data tidak falid, pesertapun akhirnya harus dipulangkan, jangan dampai terjadi hal yang demikian," tandas H. Agus. (Nsh)