Riau (Inmas) – Ketua regu dan ketua rombongan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang cukup berat dalam pelaksanaan ibadah haji yaitu, menjadi perpanjangan tangan dari ketua kloter haji dalam memberikan pelayanan kepada para tamu Allah SWT mulai dari pemberangkatan ke tanah suci dan pulang lagi ke tanah air. Untuk itu jelang berangkat TPHI, TPIHI, TKHI bersama karu dan karom menggelar rapat koordinasi di Mushalla Embarkasi haji Antara Riau.
Menurut agenda jemaah akan diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 10.05 WIB menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Demikian disampaikan Jisman selaku TPIHI Kloter 19 BTH kepada humas, Senin (22/07). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuansing ini mengingatkan jemaah khususnya karu dan karom untuk melakukan sujud syukur setibanya di Jeddah. Mengingat telah menempuh perjalanan panjang 8 hingga 9 jam.
Selepas itu jemaah diminta untuk mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Mekkah dalam keadaan berihram.
“Kita berharap semua jemaah bisa menjaga larangan larangan ihram, jika melanggar jemaah harus membayar denda”, katanya.
Jisman mengajak jemaah untuk mengikuti segala arahan dari ketua kloter maupun pembimbing ibadah.
Setiba dihotel jemaah akan beristirahat selama kurang lebih dua jam sebelum melaksanakan thawaf.
Sebelumnya beberapa jam sebelum acara pelepasan keberangkatan, Ketua Kloter Resman Junaidi menegaskan kepada jemaah khususnya karu dan karom siap siaga menyiasati waktu selama proses pemberangkatan jemaah hingga di tanah suci nanti.
Resman mengimbau agar jemaah menyiasati kondisi tersebut dengan maksimal. “Karena jemaah begitu turun dari pesawat langsung ke hotel, dan langsung menuju Masjidil haram untuk melaksanakan umrah
"Kami imbau, karu dan karom untuk memastikan kembali kondisi jemaah secara keseluruhan, baik itu jemaah sudah berpakaian ihram maupun sudah melaksanakan mandi sunnat ihram” katanya.
Selain itu, Resman mengingatkan karu dan karom untuk memperhatikan jemaah yang butuh kursi roda dan mengecek jemaah wanita usia subur (WUS) yang haid.
“Ini semua harus dicatat dan dilaporkan kepada ketua kloter”, tandasnya.(vera)