0 menit baca 0 %

Jelang Berpindah ke Mekkah Karom dan Ketua Kloter 9 BTH Rapat Bersama, Berikut Hasilnya

Ringkasan: Riau (Inmas) Keberadaan karu dan karom sangat penting demi menjaga keutuhan, kekompakan dan kebersamaan jemaah selama di tanah suci. Seorang karom bertanggung jawab kepada empat regu atau 45 orang. Sementara karu memimpin 10 jemaah. Dalam satu kloter 445 jemaah, dibagi dengan 10 karom dan 45 regu.Un...

Riau (Inmas) – Keberadaan karu dan karom sangat penting demi menjaga keutuhan, kekompakan dan kebersamaan jemaah selama di tanah suci. Seorang karom bertanggung jawab kepada empat regu atau 45 orang. Sementara karu memimpin 10 jemaah. Dalam satu kloter 445 jemaah, dibagi dengan 10 karom dan 45 regu.

Untuk itu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan selama ibadah di tanah suci berjalan lancar, karu dan karom kerap melakukan rapat atau brieving dengan Ketua Kloter.

Hal itu juga dilaksanakan oleh kloter 9 BTH. Jelang berpindah ke Mekkah Almukarramah ada sejumlah keputusan rapat karom dan ketua kloter.

Berikut KEPUTUSAN RAPAT KAROM DAN KLOTER 09 BTH : 

1. Jemaah berangkat ke Mekkah ba'da Subuh hari senin 

2. Jamaah mandi ihram dan berpakaian ihram sebelum subuh

3. Jamaah shalat subuh dikamar atau di hotel saja tidak dibenarkan pergi ke masjid 

4. Jamaah jam 5. 30 was sudah berkumpul di Bus. 

5.Jamaah masuk Bus sesuai dengan karomnya masing2 yang disesuaikan dengan paspor.

6. Ketika sampai di Bir Ali karom memastikan titik kumpul jamaah.

7. Jamaah yg haid dan sakit turun Bus dan menunggu di dekat Bus tidak boleh menunggu di dalam Bus.

8. Karom dan karu wajib membantu kelancaran jamaah untuk miqod di bir Ali.

9. Karom/karu wijib mengulangi niat umrah jamaah di dalam bus dan membimbing do'a dan thalbiyah selama perjalanan.

Karom mengibarkan bendera di tempat titik bertemu

10. Karom mengikatkan kacu pada spion Bus ketika berhenti di bir Ali.

11. Karom/jamaah melaporkan jamaah yg memakai kursi dorong kepada ketua kloter.

12. Ketika sampai ke hotel di mekah jamaah wajib mengikuti ketentuan kamar tidak dibenarkan memilih atau pindah kamar tanpa ketentuan ketua kloter.

13. Pelaksanaan umrah wajib mengikuti instruksi ketua kloter dan arahan pembimbing ibadah.

14. Setiap karu dan karom membawa jamaah untuk melaksanakan umrah harus dicatat dan dilaporkan kepada ketua kloterm

15. Setiap jamaah wajib memasukan pakaian hariannya kedalam tas tenteng minimal 1 pasang.

16. Tas tenteng di bawa kedalam Bus.

17. Dokumen dimasukan kedalam tas kecil di dada dan tidak boleh dilepas.

18. Jamaah wajib memakai alat kesehatan pelindung diri.(vera)