0 menit baca 0 %

Jelang 17 April, Komunitas Pejuang Subuh Chapter Siak Ajak Ummat melakukan Tazkiyatun Nafs

Ringkasan: Siak (Inmas) - Jelang hari pencoblosan, dinamika politik Indonesia semakin hingar bingar. Semua pihak tentu ingin agar pemilu kali ini berlangsung aman dan sukses. Sejalan dengan itu Pejuang Subuh sebagai salah satu komunitas yang mempunyai perhatian terhadap kemashalatan Ummat mengajak agar masyara...

Siak (Inmas) - Jelang hari pencoblosan, dinamika politik Indonesia semakin hingar bingar. Semua pihak tentu ingin agar pemilu kali ini berlangsung aman dan sukses. Sejalan dengan itu Pejuang Subuh sebagai salah satu komunitas yang mempunyai perhatian terhadap kemashalatan Ummat mengajak agar masyarakat Indonesia khususnya muslim membersihkan diri dan jiwa.

Miskam Ayla selaku Ketua Yayasan Pejuang Subuh Indonesia mengemukakan agar masyarakat khususnya ummat Islam dapat membersihkan diri & jiwa (tazkiyatun nafs) agar diberi petunjuk dan kekuatan melalui shalat subuh berjamaah. Lalu ditambahkan olehnya agar Ummat lebih rajin melangkahkan kaki ke masjid & musholla untuk meramaikan Subuh berjamaah terutama H-4 hingga Hari H.

Semua dilakukan supaya Allah membimbing dan meridhoi bangsa Indonesia serta memberikan pemimpin yg adil dan amanah. Sementara itu, Toto Prasetyo selaku ketua pejuang subuh chapter siak bahwa Ummat tidak perlu takut untuk ke TPS. "Ayo kita hadir pada Rabu, 17 April 2019 dan jangan Golput ! Ini demi kehidupan bangsa dan Ummat kedepan !" tegasnya.

Seputar Pejuang Subuh

Pejuang Subuh adalah sebuah komunitas yang mempunyai visi agar Shalat Subuh seramai Shalat Jumat. Didirikan oleh 3 anak muda yaitu Didot, Ilman dan Rico pada Ramadhan tahun 2012. Tersebar lebih dari 50 chapter dengan beranggotakan 500 ribu lebih anggota. Program Pejuang Subuh adalah mengajak dan membangunkan ummat agar mampu shalat subuh berjamaah 40 hari tidak terputus di masjid atau musholla.

Sudah mengadakan 5 kali Silaturahim Nasional sejak 2015 dan Silatnas terakhir dilakukan Maret 2019 di Yogyakarta dan dihadiri ratusan Pejuang Subuh usia SD hingga dewasa. (Hd)