0 menit baca 0 %

JCH Kloter BTH 04 Gencarkan Minum Air Bersama Dicampur Oralit

Ringkasan: Riau (Inmas) - Selama melakukan aktivitas ibadah selama di Padang Arafah juga diselingi dengan gerakan bersama untuk menjaga kesehatan jemaah haji yakni melalui gerakan minum air bersama. Hal itu juga dilakukan kloter BTH 04 yang diketuai oleh Drs Nurkholis dan TPIHI H Hasmir.

Riau (Inmas) - Selama melakukan aktivitas ibadah selama di Padang Arafah juga diselingi dengan gerakan bersama untuk menjaga kesehatan jemaah haji yakni melalui gerakan minum air bersama. Hal itu juga dilakukan kloter BTH 04 yang diketuai oleh Drs Nurkholis dan TPIHI H Hasmir.

Dokter kloter (TKHI) dr Dewi Rosanti Basri didampingi dua perawat Ika Irawati Yuliana dan ZulFamilu Sutan Talib mengintensifkan kegiatan dakwah kesehatan terhadap jemaah. Apalagi suhu udara di Arab Saudi, khususnya saat pelaksanaan Wukuf di Arafah sedang tinggi. Dengan gerakan minum bersama dapat meminimalkan risiko dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

“Gerakan minum air bersama dipraktikkan selama di Arafah mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Waktu Arab Saudi, dengan selang waktu dua jam,” kata Dewi melalui keterangan resmi yang diterima humas melalui via WhatsApp, Selasa (13/08).

Seluruh jemaah haji beserta petugas kloternya secara bersamaan meminum air yang sudah dicampur dengan oralit. Kebiasaan minum bersama sudah mulai digalakkan sejak dilaksanakan penyuluhan-penyuluhan kesehatan di kloter.

“Tak jarang kami membuatkan dan membagikan minuman oralit sebagai bekal jemaah”, katanya. Selain itu kegiatan rutin lainnya seperti dakwah Kesehatan Haji tentang persiapan sebelum berangkat melontar jumroh yaitu: mengingatkan APD yang harus dipakai, makan sebelum berangkat, tata cara berjalan agar aman dan tidak terpisah dari rombongan.

Setelah dipastikan jemaah meminum racikan atau ramuan anti dehidrasi itu, pihak TKHI kloter BTH 04 akan beraksi melakukan sweeping penggunaan APD terhadap semua jemaah. Ia menyebut, terlebih lagi sejak awal melontar jumrah tanggal 10 Dzulhijjah 1440 H TKHI terus mengawal jemaah. “Kami TKHI berada di posisi paling depan dan paling belakang”, terangnya.

Didepan untuk memastikan petugas Maktab yang pemandu jalan untuk berjalan santai, agar semua dapat mengikuti rombongan. Satu lagi paling belakang, guna mengawasi jamaah.

Namun demikian, memang ada juga jamaah yang tidak sanggup meneruskan perjalanan karena lemas, jadinya stok infus dipake juga untuk rehidrasi segera. Alhamdulillah setelah diinfus kondisi jamaah kembali membaik, lanjutnya.

“Walaupun secara umum jemaah bersemangat pergi melontar, namun bagi yang jamaah resti cukup diwakilkan saja” katanya.

Semoga dakwah kesehatan dan gerakan minum bersama serta minum oralit bersama ditenda Arofah bisa terus dilakukan tidak hanya saat puncak haji di Armuzna tetapi sampai dengan akhir waktu keberadaan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.(vera)