0 menit baca 0 %

JCH Kabupaten Siak Siap Mengikuti Puncak Ibadah Haji 1439 H

Ringkasan: Siak (Inmas) sebanyak 228 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabaupaten Siak yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 10 dan 16, telah bersiap-siap untuk melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. Berdasarkan informasi, seluruh Jama ah Haji akan melaksanakan wukuf hari ini, Se...

Siak (Inmas) – sebanyak 228 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabaupaten Siak yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 10 dan 16, telah bersiap-siap untuk melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. Berdasarkan informasi, seluruh Jama’ah Haji akan melaksanakan wukuf hari ini, Senin, (20/08/18). Sebanyak lebih dari 3 juta muslim dunia akan berkumpul di Padang Arafah untuk melengkapi ibadah hajinya. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah hajinya.

Sedangkan teknis pemberangkatan sebelumnya jamaah Indonesia akan dibagi dalam tiga tahap. Bus akan mengangkut dari pagi, siang hingga malam hari. Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom menyampaikan, sampai saat ini, kondisi Jamaah Calon Haji (JCH) sudah siap untuk melaksanakan Wukuf. Pembekalan ilmu manasik yang sudah diberikan sejak di tanah air melalui beberapa kali pelaksanaan manasik, tentunya sangat banyak membantu selain nanti manasik dan pembinaan akan terus dilakukan oleh petugas kloter di Arab Saudi.

Secara umum, kondisi kesehatan JCH Kabupaten Siak sehat, hanya saja ada yang masih dalam perawatan an. Nasrudin. Dianjurkan untuk para JCH untuk banyak mengkonsumsi air putih dan buah-buahan yang disediakan, agar stamina tetap fit mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji secara sempurna. Jamaah diingatkan agar tidak melakukan kegiatan yang tidak prioritas, mengingat Arafah merupakan kegiatan fisik sehingga sangat menguras energi. "Haji itu wukuf, jadi sebaiknya fokus untuk memulihkan energi dalam fase Armina”, pesan Muharom.

Nantinya, para jamaah akan menjalani prosesi wukuf di mulai dari salat berjamaah, mendengarkan ceramah wukuf hingga berdoa dan berzikir, mulai tergelincir matahari sekira pukul 12.00 siang hingga terbenam matahari pukul 18.00 waktu setempat. Ketika matahari tenggelam pukul 18.00, jamaah harus bergegas meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah untuk mabit (menginap). Dianjurkan sholat Maghrib dan ‘Isya’ di jamak takdim di Muzdalifah. Di Muzdalifah jamaah mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah. Begitu seterusnya hingga tiba di Mina, jamaah akan bermalam sekaligus melakukan lempar jumrah Aqobah untuk Tahalul Awal. (Hd)