Kampar (Inmas) – Dalam menunaikan Ibadah Haji, banyak hal-hal atau msalah khilafiyah yang dipertentangkan. Oleh karena itu jauhi perpecahan atau perbedaan pendapat, utamakan kekompakan dan Kebersamaan, serta ikuti apa yang telah diajarkan selama Manasik Haji ini berlangsung. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kampar, yang juga selaku mufti Riau Abuya Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA, saat memberikan evaluasi manasik haji, hari rabu (26/07) di Gedung Mahligai Bungsu, Kec. Bangkinang Kota.
Mawardi menegaskan, Jangan sampai karena perbedaan pendapat, kita saling tidak bertegur sapa. Ingat… ibadah haji ini adalah ibadah yang suci, jangan nodai dengan hal-hal yang tidak perlu diperdebatkan, apa lagi sampai merusak ibadah kita. Ikuti saja satu pendapat atau mazhab atau pendapat ulama, demi sempurnanya ibadah haji kita.
Jangan sampai di antara kita banyak yang saling berfatwa, sehingga membuat JCH kita kebingungan dalam beribadah. Yang perlu kita garis bawahi adalah rukun haji, wajib haji, hal-hal yang dapat membatalkan ibadah haji, dan sunnah haji. Jangan sampai gara-gara mengejar yang sunnah, yang wajib kita tinggalkan, ungkap Mawardi.
Jika ada juga JCH kita yang ingin berpendapat sendiri tentang ibadah haji ini, jangan bawa orang lain, cukup dia saja yang mengerjakannya, dan jangan sampai kita menyalahkan atau membida’ahkan amalan orang lain. Karna inilah yang nantinya akan merusak amalan dan kekompakan kita bersama, jelas Mawardi.
Mawardi juga mengajak dan berpesan kepada seluruh JCH untuk selalu meluruskan niat hanya semata-mata mengaharap Ridho Allah Swt. Anggaplah ibadah haji yang akan kila laksanakan ini, adalah ibadah yang pertama dan terakhir buat kita. Jika kita menganggap ibadah haji ini adalah ibadah yang terakhir buat kita, tentu yang ada dibenak kita hanyah beribadah kepada Allah Swt.
Kemudian Masalah pembayaran DAM, Mawardi juga berpesan untuk membayarnya langsung ke lembaga resmi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah, seperti Bank Al-Rajhi. Jangan sampai kita tergoda dengan membayar DAM murah melalui calo atau yang lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, agar ibadah haji yang kita tunaikan tahun ini, betul-betul bisa kita laksanakan dengan sempurna, dan mendapatkan haji yang mabrur. Ingat…!, “Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga”, pungkas Mawardi. (Ags/Usm)