0 menit baca 0 %

Jangan Kerdilkan Bangsa dengan Prilaku Negatif

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Indonesia merupakan negara besar, oleh sebab itu jangan kerdilkan bangsa ini dengan prilaku yang dapat mencoreng nama baik dan reputasi Indonesia di mata Internasional. Keberhasilan yang telah dicapai selama ini, jangan sampai membuat larut dan cepat berpuas diri.
Pekanbaru (Humas)- Indonesia merupakan negara besar, oleh sebab itu jangan kerdilkan bangsa ini dengan prilaku yang dapat mencoreng nama baik dan reputasi Indonesia di mata Internasional. Keberhasilan yang telah dicapai selama ini, jangan sampai membuat larut dan cepat berpuas diri. Namun harus lebih giat melakukan pembangunan diberbagai bidang, demi mengantarkan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang aman, berkeadilan, sejahtera, demokrasi dilandasi persatuan dan kesatuan serta nilai- nilai kebersamaan. Demikian detegaskan Gubernur Riau Dr HM Rusli Zainal yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau Drs H Asyari Nur SH MM dalam sambutan tertulisnya pada Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun RI ke- 66 pada 17 Agustus 2011 di Halam Kanwil Kemenag Riau jalan Sudirman Pekanbaru. Ia mengatakan, peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-66 tahun 2011 bertemakan: "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN". Tema ini mengandung filosofi dan pengakuan jujur terhadap realitas kehidupan bangsa yang berdiri diatas keberagaman dan ke-bhineka-an. Kesadaran akan kehidupan berbangsa, bertanah air Indonesia serta kebanggan sebagai warga negara Indonesia harus dijaga sebagai identitas diri yang tidak boleh luntur oleh perkembangan dunia. Menurutnya, persoalan kehidupan anak negeri dari sabang sampai marauke pada hakikatnya merupakan persoalan bersama yang harus dicarikan jalan keluarnya. Pemerataan pembangunan harus menjadi solusi dalam bingkai negara kesatuan dan persatuan Indonesia. "Kita memang lahir berbeda namun akan negeri ini tidak pantas untuk dibedakan agar terbangun kehidupan berbangsa dan demokratis, berkadilan dalam ke Bhineka-an, persatuan dan Kesatuan NKR," tegasnya. Dalam usia ke-66 tahun ini, bangsa Indonesia sesungguhnya telah banyak mengalami berbagai perubahan dan kemajuan, baik dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun dalam kehidupan berdemokrasi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai persoalan, kekurangan masi dirasakan hingga saat ini. "Kemerdekaan ini hendaknya dimaknai untuk memperbaiki tatanan kehidupan bangsa Indonesia, peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan, peningkatan sumber daya manusia, serta membangun iklim dekomrasi yang kundusif, bermartabat, yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat tanpa meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik," ungkap Gubri melalui Kakanwil Kemenag Riau. Ia menambahkan, bercermin kepada kondisi Indonesia saat ini dan bila dibandingkan dengan potret Provinsi Riau dalam usianya yang ke-54 tahun, maih banyak asa yang harus dicapai dan cita yang mesti diraih guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batihin. Sebagai anak negeri dan anak bangsa, tidak boleh mundur kebelakang, namun harus terus kedepan, tidak mengenal kata menyerah, pantang patah semangat dan putus asa. "Sekali layar terkembang pantang surut kebelakang" dengan mengobarkan semangat "Harus Bisa" karena dengan semangat itu, anak bangsa bisa mewujudkan cita- cita yang luhur bangsa dalam membangun negeri Riau cemerlang, gemilang dan terbilang. "Mewujudkan Provinsi Riau seperti itu, bukan sebuah cita- cita yang mudah dan gampang. Namun perlu modal dan pengorbanan yang besar seperti persatuan dan kesatuan yang kokoh, etos kerja yang tinggi, dan teguh melaksanakan cita- cita para pejuang negeri agar makna kemerdekaan dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh anak negeri," ujarnya. Dengan mewarisi semangat pendahulu yang gigih berjuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, bersyukur atas apa yang telah dinikmati saat ini, Provinsi Riau yang merupakan bagian dari NKRI akan menjadi negeri yang berkembang pesat daalam berbagai bidang dan sektor. "Pembangunan terus kita gesa dan tidak akan pernah berhenti sampai kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dapat terwujud diseluruh pelosok negeri. Mambangun negeri adalah tugas kita bersama, bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan tanggungjawab semua anggota masyarakat Riau dari kota sampai ke pedesaan. Oleh karena itu, mari kita bangun semangat kebersamaan dalam kesatuan dan persatuan demi satu tujuan yakni kemerdekaan hakiki yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945," ujar Gubri. Menurutnya, sebesar dan seberat apapun sebuah cita- cita Insya Allah akan dapat tercapai selagi saling bahu- membahu, terikat erat saling bersimpati, namun sebaliknya sekecil apapun adanya sebuah cita- cita tidak akan pernah tercapai apabila saling bercerai- berai, apalagi saling bertikai. Bak kata pepatah, "Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh". "Mari kita kokohkan komitmen untuk terus melanjutkan pembangunan sebagai bangsa yang besar, rukun dan bersatu dengan berlandaskan kepada empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," ajaknya. Sebagai Negara berdaulat dan bermarwah, Indonesia mendapat kepercayaan dari dunia Internasional untuk mengatasi berbagai persoalan dunia Internasional untuk mengatasi berbagai persoalan dunia. Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN merupakan amanah dan penghargaan yang mesti dijaga demi terwujudnya stabilitas dan rasa persaudaraan ASEAN, perdan Indonesia sengat signifikan dalam menuntukan arah dalam mewujudkan Solidaritas ASEAN. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, sudah selayaknya kita memberikan kontribusi dan berdiri paling depan dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi diantara negara- negara ASEAN. "Pada akhirnya, mari kita memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada pendahulau dan syuhada bangsa, karena jasa dan pengorbanannya telah begitu besar dalam mendirikan NKRI ini. Mari ita tingkatkan semangat untuk terus memabngun, agar cita- cita mewujudkan masyarakat Indoensia yang adil dan makmur dapat tercapai," himbaunya. (msd)