Pekanbaru (Humas) – Pemahaman terhadap ajaran agama yang benarlah baru bisa mengamalkan ajaran agama yang benar. Jika ia paham ajaran agamanya sepotong-sepotong maka ia juga akan mengamalkan ajaran agamanya juga sepotong-sepotong. Bahkan bisa salah apa yang ia lakukan.
Hal itu disampaikan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Tarmizi Tohor MA saat memberi sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di mesjid Agung An Nur Provinsi Riau, Kamis malam (24/1).
“Jangan kita saling menyalahkan karena pemahaman kita yang sepotong-sepotong, agar umat ini bisa saling rukun. Masalah khilafiah tidak akan pernah putus hingga akhir zaman. Silahkan berkhilafiah tapi jangan sampai menimbulkan perpecahan. Semestinya, dengan beda pendapat itu hendaknya semakin menguatkan persatuan dan kesatuan di antara kita. Semakin menyatukan umat Islam ini. Mari sama-sama membangun umat beragama ini, membangun negeri yang kita cintai ini,” ajak Kakanwil.
“Mulai hari ini mari kita bangun semangat baru dengan mengambil momentum memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad Saw. Mari kita selalu mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Nabi dalam membangun negeri, membangun kehidupan rumah tangga, kehidupan bermasyarakat, beragama di negeri yang kita cintai ini. Negeri Melayu ini identik dengan Islam. Kita perlu cemas dengan prediket itu, jangan-jangan tak sesuai dengan apa yang terjadi dalam masyarakat kita,“ lanjut Kakanwil.
“Membangun keagamaan ini juga dimulai dari lambang-lambang, dari simbol-simbol. Saya selalu mengajak kepala daerah di kabupaten dan kota agar membangun rumah ibadah dengan indah dan bersih, terutama yang berada di pinggir jalan lintas. Kalau ada tamu datang ke sini, melihat rumah ibadah di pinggir jalan tak bagus, maka orang akan bertanya, apa benar Melayu ini identik dengan Islam?” sambung Kakanwil.
Peringatan maulid Nabi Muhammad Saw. ini menghadirkan penceramah Ust. HM Subki Albughuri dari Jakarta. Pada kesempatan itu turut hadir beberapa pejabat di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau serta tokoh masyarakat Riau yang lain, seperti Drs HM Saman MSi, H Sukmadi, Drs H Irhas, serta beberapa kepala seksi di Penaiszawa seperti Dra Hj Idah Heridah, H Suhardi MA, Kasubbag Inmas H Mansyur serta beberapa pejabat lainnya. (ghp)