0 menit baca 0 %

Jamaah Sakit dan Udzur Akan Disafari Wukufkan

Ringkasan: Makkah (Humas)- Sampai saat ini kondisi jamaah haji asal Provinsi Riau mulai membaik, bahkan yang sempat di rawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah kembali ke pemondokan masing- masing. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, yang tergabung dalam...
Makkah (Humas)- Sampai saat ini kondisi jamaah haji asal Provinsi Riau mulai membaik, bahkan yang sempat di rawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah kembali ke pemondokan masing- masing. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, yang tergabung dalam kloter 9 Embarkasi Batam (BTH), Senin (31/10) mengatakan, saat ini petugas sedang melakukan pendataan jamaah yang berhak mengikuti safari wukuf ini pada puncaka haji yang diperkirakan jatuh Sabtu, 5 November 2011 (9 Dzulhijjah 1432 H). Asyari Nur mengatakan, Safari wukuf adalah pelaksanaan wukuf berjamaah yang bisa dilakukan bagi jamaah haji yang sakit, yang dirawat di BPHI dan RS Arab Saudi. Atau juga jamaah udzur yang diusulkan oleh TKHI Kloter, yang diperkirakan tidak dapat melaksanakan wukuf sebagaimana jamaah lainnya. "Sampai saat ini masih dilakukan pendataan jamaah haji Riau yang akan disafari wukufkan, baik yang tak mampu maupun yang sudah udzur," jelasnya. Ia menambahkan, wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan. Dan safari wukuf adalah sebagai upaya terakhir agar jamaah sakit bisa tetap memenuhi semua rukun haji. Sebab, bila sampai mereka tidak bisa melaksanakan wukuf, ibadah hajinya tidak sah dan harus diulang tahun depan. Untuk mendukung safari wukuf itu, Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah, tenaga medis, ambulans, mobil angkutan, dan petugas pendamping sudah siaga. Selaku tuan rumah, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengantisipasinya dengan membuat posko di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). (msd)