0 menit baca 0 %

Jam Istirahat jadi Ajang Bermain Permainan Tradisional di Mi Hidayatul Mubtadiin

Ringkasan: Meranti(inmas)- Bel berbunyi. Tanda jam istirahat di MI.Hidayatul Mubtaadiin dimulai, walau hanya beberapa menit saja namun ada banyak aktivitas yang dikerjakan siswa. Sembari untuk mengisi waktu kosong di jam istirahat atau memanfaatkan kesempatan untuk bermain bersama teman-teman.Sejatinya, waktu...

Meranti(inmas)- Bel berbunyi. Tanda jam istirahat di MI.Hidayatul Mubtaadiin dimulai, walau hanya beberapa menit saja namun ada banyak aktivitas yang dikerjakan siswa. Sembari untuk mengisi waktu kosong di jam istirahat atau memanfaatkan kesempatan untuk bermain bersama teman-teman.

Sejatinya, waktu istirahat harusnya digunakan siswa untuk beristirahat dan Kegiatan yang dikerjakan pun seharusnya untuk mengembalikan kondisi fisik siswa agar tetap prima untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, seperti makan, minum, ke kamar kecil atau aktivitas lain yang mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang optimal.

Namun, banyak anak melewati waktu istirahat dengan bermain dengan melakukan aktivitas yang banyak bergerak.

Pemantauan tim inmas dari kejauhan banyak siswa yang melakukan kegiatan yang membuat tim inmas flasback ke masa kecil tim inmas,  dimana para siswa bermain permainan trasdisional, permainan yang telah hampir punah ditelan zaman, karena para siswa saat ini banyak terlena dengan gaget dan tidak tertarik dengan permainan tradisional.

Diantara permainan yang terlihat sedang dimainkan oleh siswa Mi.Hidayatul Mubtadiin adalah permainan patok lele dan galah panjang.

Menurut Kepala Mi Hidayatul Mubtadiin, Jamhuri.S.Pdi, pemandangan siswa bermain permainan tradisional saat jam istirahat telah menjadi pemandangan yang biasa di Mi.Hidayatul Mubtadiin.

Lebih lanjut jamhuri menjelaskan bahwa biasanya lebih banyak permainan yang di mainkan oleh para siswa di Mi Hidayatul mubtadiin saat jam istirahat berlangsung dan pemandangan seperti ini akan sangat jarang ditemui di sekolah atau madrasah di perkotaan, bahkan mungkin tidak ada,  karena siswa di perkotaan tidak tahu akan permainan tradisional, mereka lebih kenal dan paham permainan game di android.( Tim inmas)