0 menit baca 0 %

Jalin Silaturrahim, PAH Non PNS Kecamatan Singingi Hilir Adakan Pertemuan

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan  Singingi Hilir yang terdiri dari: 1. Masriadi, S. Fil2. Mahyu Budiman, S. Pd.I3. Alzekrillah S Psi4. Abdul Azizi, ST5. Apris siaminingsi, S. Pd.I6. Nur Hasanah, S. Sos.I Untuk mempererat tali persaudaraan sesama ummat islam (ukhuwah islami...

Kuansing ( inmas ) Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan  Singingi Hilir yang terdiri dari: 
1. Masriadi, S. Fil
2. Mahyu Budiman, S. Pd.I
3. Alzekrillah S Psi
4. Abdul Azizi, ST
5. Apris siaminingsi, S. Pd.I
6. Nur Hasanah, S. Sos.I

Untuk mempererat tali persaudaraan sesama ummat islam (ukhuwah islamiyah), Majelis Ulama Indonesia (MUI) kec. Singingi Hilir mengandeng Penyuluh Agama Islam Kementrian Agama, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui majelis ta’lim.

“Yang memicu perpecahan belakangan ini adalah ujaran kebencian antara satu kelompok dengan kelompok lainnya disejumlah media sosial, Oleh karenanya MUI perlu mewaspadi upaya provokasi terhadap ummat islam  itu sendiri,”. Pungkas Isnaini SAg ketua harian MUI Singingi Hilir

Menurutnya, semua kata-kata yang menyakitkan dan saling menyudutkan kelompok lain harus dihindari. Sehingga MUI bersama penyuluh bisa bergerak bersama-sama untuk meredam dengan cara memberikan penyadaran kepada masyrakat, hususnya dikalangan pemuda dan pemudi.

“Dakwah kita bisa harus bisa merangkul jangan memukul, menghargai jangan menghianati, dan saling menghormati tanpa menyakiti. Itulah puncak perjuangan izzul islam wal muslimin".  imbuhnya.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Singingi Hilir, Arisman Arianto, S. Sos.I menyambut positif kerjasama tersebut, karena MUI yang didalamnya tergabung sejumlah organisasi keislaman, merupakan pintu yang tepat untuk memperkokoh ukhwah islamiyah, apalagi perkembangan media sosial yang pesat, memang perlu untuk diantisipasi.

”Kita sampaikan terima kasih kepada MUI dan ini perlu untuk ditindak lanjuti, karena memang ada sejumlah kesamaan program antara MUI dan Penyuluh".  jelasnya simpel.

Sebelumnya para penyuluh masih bimbang dengan kerjasama tersebut, karena dihawatirkan hanya akan menjadi beban terhadap MUI. Namun setelah mengadakan pertemuan akhirnya semua sepakat untuk bekerjasama.

“Sebelumnya kami memang menolak, karena hawatir cuma ada nama saja, namun sekarang kita sepakat, apalagi ada dukungan penuh dari kepala KUA,” pungkasnya. ( M/N )