Pekanbaru (Inmas) Merayakan Kebangkitan merupakan perayaan terpenting bagi Umat Kristen dan Katolik diseluruh penjuru Dunia atau yang lebih dikenal dengan Istilah Paskah. Bertempat Di Wisma Debora, Jumat 13 April 2018 Badan Kerja Sama Gereja- gereja Riau selenggarakan Paskah Oikumene Tahun 2018.
Turut hadir pada acara tersebut DPD RI Riau, Rosti Uli Purba, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau, diwakili Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd, Pembimbing Masyarakat Kristen diwakili Rona Siahaan, S.PAK,Aparatur Sipil Negara Prov. Riau, Pendeta, Wanita Katolik dan tim Pesparawi.
Paskah yang mengangkat Thema “ Kuasa Kebangkitan Kristus menjadikan kita Hamba kebenaran ( Roma 6: 18)” mengundang Pdt. Robert Siahaan M.Th sebagai Pemberita Firman yang menekankan supaya kita menjadi Hamba kebenaran dimanapun kita berada.
Selaku Ketua Panitia Rosti Uli Purba melaporkan acara Paskah berjalan dengan baik meskipun sebahagian orang mengangap Paskah Itu tidak terlalu Penting. “ Selamat Paskah “ paparnya mengawali sambutannya. Kebangkitan adalah hal yang paling utama dalam hidup, Kita lahir memang untuk selamat akan tetapi Kebangkitan itu merupakan Hal yang Luar biasa.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian agama Provinsi Riau, melalui Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea menyampaikan ada beberapa moment yang kelihatannya sangat kental yang mampu menyatukan Masyarakat Katolik dan Kristen Protestan dalam beberapa perayaan diantaranya Paskah dan Natal paparnya mengawali sambutannya.
Paskah mengajarkan bagaimana kita mampu menghayati dan memaknai pengorbanan Yesus telah rela mati demi dosa- dosa manusia, dan bangkit kembali menyelamatkan manusia. Salah satu visi misi kementerian agama adalah mampu menciptakan keamanan dan ketertiban beribadah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia "Kita diajak oleh Gereja, oleh Negara bisa menciptakan kedamaian " paparnya.
Sebagai orang yang percaya bisa menjadi contoh lewat kata- kata dan Juga perbuatan, harus membawa kebenaran dan meninggalkan yang tidak baik. Lewat Paskah ini Mari kita menjadi hamba kebenaran sehingga kita bisa bermakna bagi keluarga kita, bagi gereja kita, dan membawa perubahan bagi bangsa kita.Mari kita meneladani Pola Hidup yesus yang dikayu salib masih bisa mengampuni tambahnya.
Gea berharap melalui Paskah ini kita harus menjadi Pembawa damai, yang mampu berbuah dengan Kokoh dalam iman dan Pengharapan didalam Kristus. Acara yang dimulai sejak Pukul 19.00 Wib diakhiri dengan Pemberian Bingkisan Paskah kepada 20 Orang keluarga.(belen)