Jadikan Ramadhan Sebagai Moment Evaluasi Diri
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Salah satu aspek penting yang harus dilakukan dalam bulan Ramadhan ini adalah melakukan evaluasi, sejauh mana derajat ketaqwaan yang diperoleh dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Sebab puasa itu menciptakan orang menjadi taqwa.
Rokan Hulu (Humas)- Salah satu aspek penting yang harus dilakukan dalam bulan Ramadhan ini adalah melakukan evaluasi, sejauh mana derajat ketaqwaan yang diperoleh dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Sebab puasa itu menciptakan orang menjadi taqwa. " Sudahkah kita mencapai derajat taqqwa atau sudah berapa persen derajat taqwa itu kita peroleh," ungkap Kakan Kemenag Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, saat memberi santapan rohani Ramadhan pada safari ramadhan Bupati Rohul di masjid Al Abrar Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba, Senin (8/8).
Hadir dalam kesempatan itu Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Kasdim Kampar, Sekda Rohul, Ketua MUI Rohul, Asisten Satu, Staf Ahli, Muspida, anggota DPRD Rohul, pimpinan Bank Riau Kepri, kadis/ kantor/ badan di lingkungan Pemkab Rohul, Camat Bangun Purba, kades/ Lurah se Bangun Purba, tokoh agama, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai, Hatobangon, mursyid, khalifah dan umat Islam yang ada di Desa Bangun Purba Timur Jaya.
Menurutnya, jika kita merasa bahwa derajat muttaqien belum kita capai 100 persen, berarti ada yang salah dari pelaksanaan ibadah puasa kita. Untuk itu, ibadah puasapun perlu dievaluasi.
"Standarnya mari kita jadikan penjelasan Imam Al Ghozali yang membagi puasa pada tiga tingkatan," ujarnya.
Adapun tingkatan tersebut, pertama, Puasa Awam, yaitu orang yang hanya melaksanakan puasa dengan tidak makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Puasa inilah yang paling rendah kualitasnya dan inilah yang dimaksud Nabi Muhammad saw dalam sabda-Nya "Banyak orang berpuasa, tapi dia tak dapat apa apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus".
Kedua, Puasa Khowash, yaitu memenuhi syarat puasa Awam, ditambah dengan menjaga seluruh anggota badan dari hal hal yang dilarang Allah SWT.
Ketiga, Puasa Khowashshil Khowash atau puasa istimewa, yaitu memenuhi standar puasa Awam, puasa Khowash dan menjaga hati dari sifat sifat tercela seperti iri hati, dengki, cemburu, tamak, dan termasuk "gutgut" suatu penyakit besar di kalangan komunitas orang mandailing yang tak hilang hilang dari dulu sampai sekarang.
"Dari tiga tingkatan puasa ini, mari kita evaluasi diri kita, kita berada pada posisi yang mana. Dan mari bulatkan tekad untuk terus meningkatkannya," ungkapnya berharap. (ash)