Meranti (Inmas)- Syamsul Hidayat.S.Pd.I selaku penyuluh Agama Non PNS Kemenag Kepulauan Meranti, sampaikan Tausiyah dala Peringatan Isra' Mi'raj di Musholla Al Huda desa segomeng kec rangsang barat, Minggu (15 /3/ 2020).
Dalam Tausiyah ini, Ustad yang sering di sapa Yahid tersebut mengangkat tema "Mengaplikasikan Sifat-sifat sholat dalam kehidupan sehari-hari"
Menurut yahid, shalat merupakan ibadah yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara hamba dan pencipta. Selama pelaksanaan shalat, sesungguhnya telah terjadi interaksi yang intensif antara mushalli dan Allah. “Komunikasi itu terjadi, kita merasa berhadapan dengan Allah jika shalat yang kita lakukan khusyuk. Makanya khusyuk itu penting,” jelasnya.
Shalat yang khusyuk tidak sekadar mampu mempertemukan mushalli dengan Allah tapi juga dapat menghadirkan Allah sebagai pengawas dalam kehidupan yang bersangkutan. Karena itu, kekhusyukan itu wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk mengimplementasikan shalat dalam kehidupan sehari-hari adalah denhan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala laragan-Nya.
“Banyak sekali bentuknya. Tapi intinya adalah kita tidak cukup beribadah seperti shalat dan sebagainya, tapi yang juga penting adalah perbuatan kita juga wajib dijaga, jangan sampai merugikan orang lain, jangan dengki, tidak boleh sombong dan sebagainya,” urainya.
Yahid juga menambahkan, shalat adalah ibadah yang dapat menjaga stabilitas temparatur jiwa. Sebab shalat dengan interval waktu 5 kali dalam sehari, memungkinkan jiwa dalam posisi fresh selalu, karena disirami kesejukan secara rutin. “Jadi orang yang shalatnya khusyuk dan istiqamah, itu jiwanya tenang betapapun sibuknya dia,” terang beliau
Di bagian lain, alumnus salah satu Pondok di Pulau Jawa itu menegaskan bahwa peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW mesti dijadikan momentum untuk meningkatkan keteladanan umat Islam dalam mencontoh prilaku Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah model terbaik dalam kehidupan umat manusia. “Model (contoh) dalam segala hal, mulai dari soal kepemimpinan, binsis hingga rumah tangga,” pungkas yahid.
(Tim Inmas)